Sabu-sabu Bernilai Rp 9 Triliun Disergap di Melbourne Australia
Kepolisian Australia sukses membongkar pengiriman narkoba jenis sabu-sabu terbesar dalam sejarah neger itu.
BANJARMASINPOST.CO.ID, MELBOURNE - Kepolisian Australia sukses membongkar pengiriman narkoba jenis sabu-sabu terbesar dalam sejarah neger itu.
Kepolisian menemukan sabu-sabu seberat 900 kilogram dengan nilai diperkirakan 898 juta dolar Australia atau hampir Rp 9 triliun di Melbourne.
Seorang pria asal Blackburn berusia 53 tahun, dan seorang pria asal Doncaster berusia 36 tahun dituduh menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar.
Meski sudah menahan tersangka, polisi masih mencari dua orang lain dan sebuah mobil Nissan putih.
Asisten Komisaris Neil Gaughan dari Kepolisian Federal Australia (AFP) mengatakan, narkoba tersebut disita dari sebuah gudang di kawasan Nunawading menyusul penyelidikan selama beberapa bulan terkait keberadaan sindikat narkoba internasional.
"Kami berhasil menemukan 70 kotak berisi kayu untuk membuat lantai. Dan di dalam masing-masing kotak tersebut terdapat 2 kilogram metamfetamin," kata Gaughan.
"Kami bukannya tiba di lokasi tanpa sengaja. Ini adalah bagian dari sistem berbagi informasi yang melewati batas-batas internasional, dan juga perbatasan di dalam Australia sendiri," tambah Gaughan sambil menambahkan arkoba ini berasal dari Asia.
"Narkoba ini tiba dengan kapal ke pelabuhan di Melbourne, dan kemudian dimasukkan ke dalam gudang," ujar dia.
Pihak berwenang mengatakan, keberhasilan ini menunjukkan besarnya permintaan narkoba di Australia.
Di negeri ini harga sabu-sabu di pasaran lebih tinggi dibandingkan di negara-negara Barat lainnya.
Sebuah penelitian mengenai air limbah buangan di Australia menunjukkan, sabu-sabu adalah jenis narkoba yang paling banyak digunakan di negeri ini.
Kota-kota di Australia Barat menunjukkan jumlah pengguna sabu di negara bagian ini jauh lebih tinggi dari wilayah lain di Australia.
Menteri Kepolisian Victoria Lisa Neville mengatakan, penyitaan ini merupakan keberhasilan pihak berwenang mencegah masuknya narkoba ke pasaran.
Dia menambahkan, mereka yang tewas di jalanan negara bagian Victoria akibat sabu-sabu jauh lebih banyak dibandingkan karena alkohol.
"Yang disita hari ini adalah sekitar 9 juta penjualan individu sabu-sabu ini," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/seorang-petugas-polisi-membongkar-kayu-tempat-sabu-sabu-disembunyikan-untuk-diselundupkan_20170405_203021.jpg)