Ujian Nasional
Diminta Pake Komputer, UN Paket C di PKBM Tabalong Ini Masih Gunakan Kertas dan Pensil
Namun karena mepetnya waktu untuk melakukan sosialiasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Tabalong pun meminta penerapan UNBK bisa ditunda
Penulis: Dony Usman | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Empat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Tabalong, yang melaksanakan paket B dan paket C, sempat diminta pemerintah pusat menerapkan UNBK pada tahun ini, Sabtu (15/4/2017).
Namun karena mepetnya waktu untuk melakukan sosialiasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Tabalong pun meminta penerapan UNBK bisa ditunda dan akhirnya disetujui.
Sehingga tahun ini sekolah paket B dan paket C masih melaksanakan ujian nasional berbasin pensil dan kertas (UNKP).
Kepala Disdik Kabupaten Tabalong, H Marzuki Hakim, mengatakan, memang benar sekitar beberapa bulan yang lalu ada permintaan dari pusat untuk empat PKBM di Tabalong agar menerapkan UNBK
Untuk perlengkapannya dalam surat tersebut meminta kepada beberapa SMA bisa menyiapkan perangkat komputernya agar bisa digunakan PKBM yang diminta menerapkan UNBK.
"Pihak SMA dan SMK yang diminta menyiapkan komputer mereka siap saja, namun pihak paket C masih belum siap," katanya.
Persoalan listrik dan perlengkapan komputer juga menjadi kendala bagi PKBM untuk bisa terapkan UNBK.
Kondisi ini jugalah yang dialami PKBM Amal Shaleh di keluarahan Belimbing Kecamatan Murung Pudak, yang saat ini menggelar sekolah SMP Terbuka, Paket B dan juga Paket C.
"Tahun ini masih sistem manual (UNKP). Informasinya tahun depan akan UNBK. Namun petunjuk teknisnya belum ada," kata Pengelola PKBM Amal Shaleh, Johan Arifin.
Ditambahkannya juga agar tidak terkejut dengan menggunakan komputer, maka murid di PKBM sejak awal tahun ajaran nanti sudah akan dikenalkan dengan komputer.
"Jangkanya kan masih panjang, jadi nanti tahun ajaran baru kita sampaikan supaya siap-siap UNBK, kalau bisa ada memilki laptop," katanya. (Banjarmasin Post/Dony Usman)