Kelelawar Vampir Serang Manusia, Satu Tewas, 40 Orang Dirawat

Banyak yang tiba-tiba terbangun di tengah malam dan menemukan darah berceceran di kasur, karena kaki mereka digigit kelelawar.

Tayang:
Penulis: Restudia | Editor: Murhan
Janet Tappin Coelho/Focus on news
Kelelawar Vampir 

Tapi saya merasa kelelawar tersebut ketagihan menggigit kaki saya".

Wabah ini termasuk dalam wabah terbesar yang dikaitkan dengan populasi kelelawar yang mulai terganggu dengan populasi manusia.

Parahnya, sarang kelelawar tersebut berada di dekat dengan manusia, yakni di daerah Brazil utara dan timur.

Sabtu lalu tim pengendalian penyakit dan otoritas kesehatan negara Brazil memusnahkan kelelawar dengan memberikan racun ke tubuh mereka.

Disinyalir serangan kelelawar vampir kepada manusia yang memakan darahnya karena hewan yang biasanya jadi incaran tak tersedia.

Seperti sapi, kuda, kucing, atau bahkan anjing. Ketika target santapan tak tersedia, mereka beralih ke manusia.

Tim pengendali telah mengunjungi rumah warga dan meminta untuk menutup jendela dan pintu.

Mereka juga diminta memasang jala, agar hewan tak bisa masuk area rumah. Tim juga memvaksinasi kucing dan anjing.

Sebanyak 16 kelelawar telah ditangkap dan dites labolatorium untuk mengindentifikasi terkena virus rabies.

Korban lain, Profesor Valdirene Meira da Cunha, 42 tahun mengatakan, kemungkinan kelelawar mengira rumahnya adalah gua.

Usai menggigit kakinya, kelelawar menggantung di dinding rumah.

"Aku menyalakan lampu dan tak percaya ketika melihat darah berceceran. Ketika melihat ke atas, kelelawar tergantung di dinding, di atas kepala saya.

Itu seperti adegan film horor, benar-benar menakutkan. Saya menjerit dan membangunkan semua orang".

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved