Seputar Kalbar

Duh, Warga Desa di Kalbar Ini Sebut Raskin seperti Pakan Ternak

Pembagian beras untuk rakyat miskin (Raskin), yang sekarang disebut beras untuk rakyat sejahtera (Rastra), kembali menuai protes.

Editor: Ernawati
Facebook via TRIBUNPONTIANAK.co.id
Kondisi Raskin yang diposting netizen asal Kalbar ke akun facebook. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUBU RAYA - Pembagian beras untuk rakyat miskin (Raskin), yang sekarang disebut beras untuk rakyat sejahtera (Rastra), kembali menuai protes.

Biasanya protes yang disampaikan warga penerima Raskin terkait jumlah, harga, dan kualitasnya.

Nah, yang terjadi di salah satu dewa di Kalimantan Barat ini terkait kualitas beras yang dinilai jelek.

Kondisi beras bulog, pada penerimaan Masyarakat Miskin (Raskin) di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kalimantan Barat, begitu mencengangkan penerimanya.

Berasnya, berbeda dari pada beras pada umumnya.

Sebanyak 19 ton lebih, semua beras raskin yang dibagikan ke masyarakat Desa Korek, Jumat (2/6/2017) tak ada yang bagus. Sehingga masyarakat menyebutnya seperti pakan ternak. Berwarna merah serta sudah sangat usang.

Kekesalan masyarakat, menyebar dari mulut ke mulut serta melalui media sosial. Dengan mengupload foto beras raskin. Serta membubuhinya dengan umpatan kekesalan.

"Raskin, beras apa umpan ayam. Seperti makanan ternak saja berasnya. Mungkin pemerintah melihat kami masyarakat ini seperti binatang," tulis pemilik akun Facebook, Delle Alli, 3 Juni pukul 15:11 WIB.

Dari laman ini, sejumlah warga turut menanggapinya dengan berbagai komentar. Ada yang meminta agar tidak mempermasalahkan asalkan masih bisa dimasak. Namun ada pula yang mendukung. "Betul bos, itu buat ayam," kata akun Juli Kurniawakpj.

Seorang warga, Muderi, mengatakan kondisi beras memang sangat tak layak untuk dikonsumsi. Kemungkinannya beras stok lama atau tercebur dalam air.

"Kita sudah terima berasnya. Bagaimanapun kondisinya tetap kami terima. Hanya saja memang jelek sekali. Dimakan pun mungkin hanya untuk campuran saja," kata warga Desa Korek.

Ia menyampaikan kalau raskin kali ini mengalami keterlambatan selam 5 bulan. Seluruh masyarakat masih sangat mengharapkan adanya pembagian raskin.

"Ya bagi kami masyarakat kurang mampu beras ini sangat bermanfaat. Meskipun juga sebagai seorang petani," katanya.

Masyarakat melalui RT sudah menanyakan terkait kondisi beras pada saat pembagiannya. Sehingga RT menyampaikan kondisinya kepada kepala desa. Untuk meminta beras ganti yang lebih layak.

"Memang dari ketua RT ada menyampaikan ke saya kalau berasnya tak bagus. Saya juga langsung konfirmasi ke Bulog. Tapi dari Bulog mengatakan bahwa stok berasnya semuanya memang seperti itu. Sebenarnya beras itu bisa ditukar, jika memang sudah jelek, tapi stok yang ada semuanya sama," kata kepala Desa Korek, H. Munari, Minggu (4/6/2017).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved