Orbinatra Lestarikan Permainan Tradisional
Para pelaku permainan tradisional ini pun membentuk perkumpulan dengan nama Olahraga Bina Masyarakat Alalak Utara (Orbinatra).
Penulis: Khairil Rahim | Editor: BL Roynalendra N
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Permainan tradisional yang sering dimainkan semasa anak-anak seperti egrang atau batungkau, dakuan, yasinan, bakuntau, balogo, tali ulai, tarik tambang kini jarang terlihat.
Pamornya kalah jika dibanding permainan modern, termasuk game-game di gadget.
Namun semua permainan klasik itu kembali bisa dilihat di halaman SD Alalak Utara 3 Kelurahan Alalak, Banjarmasin Utara, setiap Minggu.
Menariknya, permainan jadul itu tidak hanya dimainkan oleh anak-anak tapi juga warga berusia lanjut atau lansia.
Para pelaku permainan tradisional ini pun membentuk perkumpulan dengan nama Olahraga Bina Masyarakat Alalak Utara (Orbinatra).
Satu anggota Orbinatra, Kai Amat, mengaku dulu dia memang suka olahraga kuntau. Namun seiring waktu kuntau kini makin ditinggalkan. Beruntung dia bergabung di Orbinatra, sehingga bisa menyiarkan keahlian kuntaunya pada anggota yang lain.
"Sebenarnya lama sudah kada (tidak) main kuntau. Pas main lagi awalnya canggung, badan sudah tidak seperti dulu. Untung saya masih ingat gerak dan jurusnya," ujar lelaki sepuh ini, Rabu (05/07/207).
Anggota lainnya, Saniah, menuturkan semasat masih kecil dirinya paling senang bermain dakuan. Ini merupakan permainan tradisional yang mengajarkan kejujuran.
Setelah hampir 30 tahun tidak bermain, Saniah pun bergabung di Orbinatra. Dirinya senang karena sejak saat itu bisa mendapat lawan tanding bermain dakuan dari warga Alalak lainnya.
Saniah berharap permainan dakuan bisa terus dilestarikan. Apalagi era kekinian anak-anak tidak mengerti dengan permainan yang sangat familiar pada zaman dahulu tersebut.
"Cucu saya saja tadi tanya. Ini apa nek, mereka tidak tahu ini permainan tradisional dulu. Saya rasa permainan ini lebih bermanfaat dari game di gadget," kata Saniah.
Ketua Orbinatra Wahidah Ony mengatakan permainan tradisional itu berupaya kembali dihidupkan di wilayahnya. "Kami tidak ingin permainan ini punah, makanya warga Alalak Utara kembali berkumpul dan memainkannya," ucapnya.
Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi Kamis (06/07/2017).
(khairil rahim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/anggota-orbinatra-memainkan-permainan-tradisional_20170705_192248.jpg)