Komunitas
Komunitas Anak Masjid As Salam Bikin Kegiatan Ringan Tapi Bermanfaat bagi Anak
Komunitas ini terbentuk dari kebutuhan menghadirkan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, membaca, dan berkegiatan kreatif.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Komunitas ini terbentuk dari kebutuhan menghadirkan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, membaca, bercerita, dan berkegiatan kreatif setiap pekan.
Banyak anak yang sebenarnya ingin berkembang, tetapi tidak selalu punya fasilitas atau pendamping yang konsisten. Komunitas Anak Masjid As Salam hadir, berusaha untuk menjadi ruang tumbuh itu.
Dijelaskan Ria Diantina Ichsan, Ketua dan Founder Komunitas Anak Masjid As Salam, bermula pada pertengahan 2021, saat masa pandemi.
Ketika melihat anak-anak sering bermain di depan rumah, Ria mengajak mereka berinteraksi dengan permainan edukatif dan berbagai buku yang ia sediakan di teras rumah.
"Minat anak-anak tumbuh, datang membawa teman, dan kegiatannya perlahan berkembang," jelasnya.
Juni 2023 kegiatan pindah ke serambi masjid As Salam, dekat rumah tinggal Ria, atas izin takmir, dan hingga kini tetap berlangsung di sana.
"Tiga bulan kemudian, di masjid, Allah pertemukan saya dengan Ibu Nurhamdani, seorang perajin aksesoris handmade dan mantan dosen Bahasa Perancis. Kami bahu-membahu menjadi pendamping anak dan mengembangkan Komunitas," jelas Ria.
Lanjutnya, Allah menggerakkan Ustadzah Khumairoh, seorang guru dan ibu dari dua anak anggota komunitas, untuk aktif dalam kegiatan.
Lantas, Allah menghadirkan Kak Zarah Fajar Ramadhani, seorang apoteker dan pegiat literasi di Banjarbaru. As Salam terasa semakin kuat dan tertata. "Tujuan kami adalah menumbuhkan kecintaan anak-anak pada membaca, kemampuan menulis, keberanian berpendapat, kreatif, serta karakter baik seperti kepemimpinan, kerjasama, dan tanggung jawab. Semua dilakukan melalui kegiatan ringan yang dekat dengan keseharian," jelas Ria.
Setiap Ahad mereka mengadakan kegiatan selama dua jam. Kegiatan yang telah mereka lakukan berupa membaca dan diskusi ringan, aktivitas menulis ringan, proyek sains dan kerajinan, permainan edukatif, latihan kepemimpinan, peer learning cycle Coach Belia, Ilmu Ceria.
Pernah pula melakukan bedah buku ringan menggunakan fishbone diagram. Diikuti anak kelas 2 sampai 6.
Selain menulis cerita fabel diikuti lima anak kelas 3 sampai 5. Naskah mereka diikutsertakan dalam Festival Literasi Banjarbaru 2024, yaitu Lomba Menulis Fabel. Dari 5 naskah, 4 yang layak dikirim ke panitia. 3 berhasil masuk 79 besar dari sekitar 190 total naskah (informasi panitia), lalu 2 naskah masuk 30 besar.
Lainnya, pelatihan ketrampilan yang merupakan kegiatan terjadwal, baik membuat aksesoris, masak sederhana, buku mini, atau benda-benda fungsional seperti goody bag, tempat tisu, celengan
Komunitas ini juga mengajak anak-anak berkunjung ke panti anak untuk tujuan saling kenal lalu mereka berkarya bersama. Kegiatan ini kami beri tajuk Anak Datang kepada Anak.
Komunitas ini juga menggelar pertemuan setiap hari Ahad selama dua jam. Kegiatan libur bila masa ulangan. Kegiatan dipusatkan di lingkungan tempat tinggal kami, sehingga anak-anak bisa datang dengan mudah dan suasananya terasa sangat kekeluargaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Komunitas-Anak-Masjid-As-Salam.jpg)