Komunitas

Rangkul Orangtua dan Anak Membaca di Ruang Terbuka

TBM Rangkul Baca Sakura, demikian nama komunitas yang dibentuk Laeli Agustia dan Zarah Fajar Ramadhani.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Banjarmasin Post
TBM Rangkul Baca Sakura dalam salah satu kegiatan literasi bersama Gramedia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Anak-anak perlu diperkenalkan, didekatkan, dan mendapatkan akses buku bacaan agar mereka memiliki minat dalam membaca. Dan komunitas ini memberi wadah untuk hal tersebut.

TBM Rangkul Baca Sakura, demikian nama komunitas yang dibentuk Laeli Agustia dan Zarah Fajar Ramadhani, atas dasar keinginan membuat kegiatan bagi anak-anak dan merangkul orangtua dan anak agar terlibat dalam budaya literasi. 

Nama Sakura diambil dari nama taman tempat mereka berkegiatan, yaitu RTH Sakura (taman Masjid Agung Banjarbaru).

"Karena kami tinggal di lingkungan yang minim tetangga dengan anak yang sebaya dengan anak kami, kami membuat kegiatan agar anak kami berkegiatan, bersosialisasi, dan bermain bersama diakhir pekan. Dan dengan buku-buku anak yang kami miliki, ini bisa jadi jalan untuk menularkan minat baca pada anak lainnya dengan melakukan read aloud di taman," alasan Zarah.

Papar Zarah, komunitas ini berawal dari pertemuan tanpa sengaja antara dia dan  Laeli di perpustakaan anak Kota Banjarbaru pada tanggal 22 Juli 2024. Saat itu mereka tidak saling kenal dan sama-sama mendampingi anak bermain dan membaca di perpustakaan. 

"Setelah berkenalan, kami mengobrol persoalan tumbuh kembang anak, dan saling bertukar kontak. Obrolan kami kemudian berlanjut di ruang chat. Karena kesamaan frekuensi dan kecintaan kami dalam membacakan buku untuk anak, kami berdua bersepakat membuat kegiatan membaca buku untuk anak-anak di taman," jelasnya.

Mereka memilih taman Sakura karena akses yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka dan taman yang cukup ramai dengan khalayak umum, sehingga cukup banyak anak dan orangtua yang dapat dirangkul untuk mengikuti kegiatan. 

Dengan berkegiatan di taman, mereka memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan di ruang terbuka dan menghadirkan kegiatan literasi yang inklusif.

Lantas, buku anak yang mereka miliki, digelar dalam bentuk lapak baca untuk menarik perhatian masyarakat di taman, kemudian dirangkul satu per satu anak yang ada di taman untuk membaca buku dan mendengarkan cerita.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada 10 Agustus 2024 dengan kegiatan meliputi eksplor buku, ice breaking, read aloud, dan juga games edukatif.

Komunitas Rangkul Baca memiliki kegiatan rutin pekanan yang bertajuk Pekan Rangkul. Kegiatan tersebut dilaksanakan hari Sabtu jam 08.00 Wita. 

Saat sesi eksplor buku, anak-anak bebas memilih dan membaca buku yang mereka suka secara mandiri ataupun bersama dengan orang tua. Eksplor buku menjadi moment untuk meningkatkan bonding antara orang tua dan anak.

Ice breaking menjadi penyemangat anak untuk berkegiatan, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Kegiatan read aloud adalah kegiatan inti kami, kami membacakan nyaring buku untuk anak-anak, mereka mendengar kata per kata dan menyimak isi cerita yang dibacakan. 

Read aloud tidak hanya sekedar membacakan nyaring, melainkan interaksi dua arah antara pembaca dan pendengar. Anak dengan aktif menjawab pertanyaan yang ada pada cerita, menebak jalan cerita, atau memberi pendapat mereka, juga ada tanya jawab di akhir cerita untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap isi cerita yang dibacakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved