Jendela Dunia

Takut dengan Kurdi, Turki Bangun Tembok Pembatas dengan Iran

Pembangunan pembatas itu dilakukan sebagai bagian dari upaya keamanan dalam menghentikan laju separatis Kurdi.

Takut dengan Kurdi, Turki Bangun Tembok Pembatas dengan Iran
VIA KOMNEWS.ORG
Perbatasan Turki dan Iran 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ANKARA - Pemerintah Turki telah mulai membangun tembok pembatas di sepanjang perbatasan dengan Iran.

Hal itu diungkapkan pejabat di wilayah perbatasan Turki, Selasa (8/8/2017), seperti dikutip AFP.

Pembangunan pembatas itu dilakukan sebagai bagian dari upaya keamanan dalam menghentikan laju separatis Kurdi.

Gambar yang menunjukkan pemasangan blok beton besar, dipublikasikan di situs web Kantor Gubernur Provinsi Agri Timur.

Pihak berwenang Turki mengumumkan pembangunan penghalang sepanjang 144 kilometer tersebut sejak bulan Mei lalu.

Tembok itu digunakan sebagai alat untuk menghalangi pergerakan lintas batas anggota Partai Pekerja Kurdistan ( PKK).

PKK, yang telah melakukan pemberontakan di Turki sejak tahun 1980an, dianggap oleh Ankara dan sekutu Barat sebagai kelompok teroris.

Seluruh perbatasan Turki-Iran berjarak sekitar 500 kilometer.

Di bidang diplomatik, Turki terlibat dalam pembicaraan mensponsori pembicaraan mengenai kesepakatan damai Suriah yang diadakan di Ibu Kota Kazakhstan bersama Iran dan Rusia.

Demi memperkuat keamanan di perbatasan Suriah, Turki mulai membangun tembok serupa dua tahun yang lalu.

Tembok itu mencegah laju teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang bergerak dengan mudah di antara kedua negara.

Tembok tersebut pun dibangun untuk menghentikan penyeberangan ilegal.

Pada bulan Juni, Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik mengatakan, 690 kilometer dari sebuah tembok yang direncanakan sepanjang 828 kilometer, telah selesai dibangun di sepanjang perbatasan dengan Suriah.

Isik menambahkan, langkah-langkah keamanan perbatasan selanjutnya akan dilakukan setelah pembangunan selesai.

Berita ini dipublikasikan kompas.com dengan Judul "Turki Bangun Tembok Pembatas dengan Iran, untuk Apa?"

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved