Serambi Ummah
Dengar Daging Bakar Gosong Bisa Picu Kanker, Maret Langsung Kurangi Makan Sate
Nur Sharfina Saraya mengatakan, dia sudah mengetahui sejak beberapa waktu lalu terkait risiko pemicu kanker jika mengkonsumsi makanan gosong.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Mengonsumsi bagian makanan yang dibakar hingga gosong, ternyata bisa menjadi pemicu risiko munculnya kanker. Tak hanya daging sapi, kambing atau ayam, tapi juga daging ikan dan sejenisnya yang dimasak gosong.
Padahal, bagi sebagian masyarakat makanan yang dimasak hingga sedikit gosong banyak disukai. Contohnya pada satai, banyak masyarakat yang justru meminta satainya dibakar hingga kering dan sedikit gosong.
Warga Banjarmasin, Nur Sharfina Saraya mengatakan, dia sudah mengetahui sejak beberapa waktu lalu terkait risiko pemicu kanker jika mengkonsumsi makanan yang gosong.
Awalnya, sarjana ilmu komunikasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini mengetahui hal tersebut dari cerita teman-temannya. Namun tak langsung percaya, dia mencoba bertanya kepada beberapa temannya yang kuliah di kedokteran dan mencari informasi dari internet.
Jawaban yang dia simpulkan dari beberapa sumber tersebut cukup meyakinkan. “Setelah itu, saya menghindari mengkonsumsi makanan yang dimasak hingga gosong, termasuk satai yang gosong,” ujar Sharfina.
Dari informasi yang dia dapatkan, selain bisa meningkatkan risiko kanker, makanan gosong juga bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung.
"Padahal suka sih kalau satai dibakar sampai kering, tapi ngeri juga dengan risikonya. Apalagi memicu lambung juga, padahal aku punya maag. Jadi sekarang dihindari," katanya.
Lain halnya Maretiana Ramadhani, biasa disapa Maret, mengaku baru sekali mendengar dan belum mengetahui terkait daging gosong yang dapat memicu risiko kanker.
Walaupun demikian, karyawan swasta di Banjarmasin yang juga seorang penggemar satai, khususnya satai ayam mengaku akan segera mengurangi konsumsinya terhadap sate yang dibakar hingga gosong.
Dia tidak khawatir bakal merindukan makanan kesukaannya itu, karena saat ini ada berbagai alternatif olahan satai yang tidak dibakar hingga gosong.
"Sekarang ada Sate Taichan, kan itu hampir tidak dibakar lebih seperti diasap saja memasaknya, jadi tidak gosong," kata Maret.
Menurut Maret, satai taichan kini menjadi satu di antara makanan lain favoritnya. “Di Banjarmasin, sate taichan sedang naik daun dan penjualannya pun makin mudah didapati di Banjarmasin,” ujarnya.
Dokter spesialis penyakit dalam di Banjarmasin, Meldy Muzada Elfa mengatakan, makanan yang memicu pertumbuhan sel yang tidak terkendali (kanker) disebut karsinogenik.
Contohnya daging, daging yang dibakar hingga gosong mengandung bahan kimia yaitu heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic hydrocarbons (PAHs) yang terbentuk akibat proses pemanggangan serta pembakaran dari bahan makanan tersebut.
“Kedua zat kimia inilah yang meningkatkan risiko kanker, karena dapat menyebabkan perubahan
DNA di dalam tubuh, serta bersifat mutagenik,” kata Meldy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/serambi-ummah-edisi-cetak_20170812_154400.jpg)