Info Haji

Waduh, Jemaah Haji Indonesia Nyaris Santap Makanan Katering Basi

Perusahaan yang baru pertama kali menerima pesanan katering untuk jemaah haji Indonesia tersebut bernama Bahar Har

Penulis: Ernawati | Editor: Ernawati
kemenag.go.id
(Ilustrasi) Menu semur daging ayam yang akan dikemas dalam box sajian untuk dibagikan ke jemaah haji Indonesia. (foto: rusdi) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Persoalan makanan katering selama ini memang sering menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius penyelenggara haji Indonesia.

Tak dipungkiri, dalam pelaksanaan yang lalu ada saja permasalahan terkait makanan katering ini.

Berkaca pada pengalaman sebelum-sebelumnya, penyelenggara haji tahun ini melakukan berbagai antisipasi agar masalah katering tidak terulang.

Sejauh ini distribusi sudah tidak menjadi masalah.

Soal menu juga tampaknya mendapat respons positif dari jemaah.

Meski sempat ada keluhan terkait menu sarapan berupa roti.

Namun telah dijelaskan pihak penyelenggara, penyajian roti untuk sarapan untuk memudahkan distribusi dan ketersediaan makanan mengingat banyaknya jumlah jemaah yang dilayani oleh katering.

Nah, baru-baru ini pihak penyelenggara haji Indonesia berhasil mengantisipasi didistribusikannya makanan basi.

Makanan basi yang disiapkan salah satu perusahaan katering, diketahui terlebih dahulu oleh petugas katering sebelum didistribusikan kepada jemaah.

Hal ini diungkapkan Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo, saat dikonfirmasi tentang keberadaan katering basi untuk Jemaah Haji Indonesia di Madinah.

Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo
Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo (BMKG)

“Makanan basi itu belum didistribusikan kepada Jemaah karena sudah diketahui terlebih dahulu oleh petugas katering,” terang Amin di Madinah, Minggu (13/8/2017).

Hal ini sangat dimungkinkan, lanjut Amin, karena petugas katering selalu melakukan pengecekan terlebih dahulu makanan yang akan didistribusikan kepada Jemaah.

“Pas diketahui basi, tim katering segera mengambil tindakan agar makanan tersebut tidak dibagikan,” jelas Amin.

“Selanjutnya, tim katering meminta agar pihak perusahaan segera mengganti makanan tersebut dengan makanan lain yang layak konsumsi,” tambahnya.

Pihak perusahaanpun mengganti makanan untuk jemaah dengan nasi Bukhari (makanan Arab).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved