HUT Kemerdekaan
Giliran Laung Tenun Pagatan Dikenakan Jokowi di Upacara Penurunan Bendera
Di Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia bena-benar memberi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Selatan
Penulis: Ernawati | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID - Di Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia bena-benar memberi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Bagaimana tidak. Saat upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Kamis (17/8/2017 pagi, Presiden RI, Jokowi Widodo, mengenakan pakaian adat Banjar Kalsel.
Memang mengenakan busana daerah di Hari Kemerdekaan RI sudah diisyaratkan Jokowi sejak pidato kenegaraan dalam sidang paripurna MPR, Rabu (16/8/2017).
Kala itu, Jokowi mengenakan busana adat Bugis lengkap dengan peci dan sarung.
Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenakan busana adat Jawa lengkap dengan blangkon.
Pada upacara penurunan bendera petang ini, Jokowo kembali membuat warga Kalsel bangga.
Jokowi tetap mengenakan busana adat Banjar.
Cuma yang berbeda hanya pada laung atau topi khas Banjar.
Saat upacara pagi, Jokowi mengenakan laung bermotif sasirngan.
Sedangkan pada upacara petang ini, laung yang dikenakan Jokowi bermotif tenun Pagatan.
Pagatan merupakan salah satu daerah di pesisir Kalimantan Selatan.
Daerah ini masuk wilayah Kabupaten Tanahbumbu.
Dikutip dari Wikipedia, Laung adalah ikat kepala yang dipakai oleh kaum lelaki pada busana tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Laung terdiri atas dua macam model yaitu :
Laung Tukup, artinya laung yang tertutup, menyerupai blangkon
Laung Tanjak Siak, berbentuk segitiga dan bagian atasnya tidak tertutup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/jokowi_20170817_182049.jpg)