Berita Balangan
Tercemar Limbah RSUD Balangan, Dua Hektare Lahan Karet Tak Bergetah Lagi
Diduga karena terdampak limbah dari RSUD Balangan, sekitar dua hektare lahan karet milik warga Desa Balida tak bisa lagi disadap.
Penulis: Elhami | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Diduga karena terdampak limbah dari RSUD Balangan, sekitar dua hektare lahan karet milik warga Desa Balida tak bisa lagi disadap.
Kondisi demikian sudah cukup lama dirasakan, namun karet tak bergetah lagi sudah sekitar lima bulanan.
Pemilik lahan karet, Rusdiansyah dan Agus Supianur Hadi mengeluhkan hal itu.
BPost Online bersama warga ditemani Kades Balida Sahridin langsung mengecek ke lokasi, lahan karet tepat di belakang RSUD Balangan memang benar adanya dicemari oleh limbah yang berasal dari rumah sakit.
Bangunan RSUD yang berada di atas memudahkan limbah yang diduga berasal dari laundry tersebut mengalir ke bawah, terutama ke parit di lahan karet tersebut.
Sebelumnya karet buatan warga tersebut mengalirkan air yang cukup bersih namun beberapa waktu terakhir sudah bercampur dengan limbah.
Berdasarkan pantauan, lebih dari dua jalur parit di lahan tersebut sudah dicemari limbah, warna air yang mengalir ada yang kekuningan kemudian juga berbuih, jika dicium berbau seperti deterjen.
Kondisi semakin parah jika musim hujan, selain limbah yang turun cukup banyak juga meluber ke lahan sehingga memengaruhi kualitas karet.
Rusdiansyah, salah satu pemilik lahan mengungkapkan, sejak awal berdiri RSUD sudah mulai terasa, namun akhir-akhir ini semakin terlihat bahwa air di parit bukan lagi air yang layak untuk dialiri ke karet tetapi sudah tercemar limbah.
"Jelas kami terganggu dengan ini, lahan karet ini kan salah satu penghasilan warga," ujarnya.
Diungkapkannya, jika dulu dalam dua hari mampu menghasilkan karet sekitar 30 kg, sekarang mulai menyusut karena pohon tak bergetah lagi.
"Air limbah inikan asam jadi terserap oleh pohon karet tentu saja berdampak, karet sulit mengeluarkan getah," katanya.
Menurutnya, lahan ini sudah tak digarap maksimal lagi selama lima bulan terakhir, penghasilannya pun turun drastis, selama tiga hari hanya mampu mengumpulkan 10 kg karet.
"Kami mengharapkan pihak RSUD mencarikan solusi terbaik, kalau bisa dibebaskan saja lahan ini," harapnya.
Kades Balida Sahridin mengaku tak bisa berbuat banyak, dua warganya tersebut juga sudah beberapa kali ke pihak RSUD Balangan, namun belum menemukan solusi terbaik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rusdiansyah-dan-agus-supianur-hadi_20170821_102237.jpg)