Info Haji

Jemaah yang Ingin Melontar Jumrah Wajib Melihat Tanda dari Lampu-lampu Ini

Kali ini Pemerintah Arab Saudi kembali melakukan upaya antisipasi dengan mengatur waktu melontar menggunakan tanda berupa lampu.

Tayang:
Penulis: Ernawati | Editor: Ernawati
Kemenag.go.id
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, memantau lampu tanda waktu melontar jumrah, Sabtu (26/8/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Empat hari menjelang puncak ibadah haji, berbagai persiapan dan antisipasi terus dilakukan Pemerintah Arab Saudi.

Salah satu kondisi yang riskan dan sering menimbulkan korban adalah saat melontar jumrah, seperti tragedi Mina.

Atau ada rombongan jemaah yang tidak mengikuti peraturan yang ditetapkan, sering menjadi penyebab insiden.

Misalnya, jalur datang dan pulang yang tidak diindahkan, akibatnya terjadi pertemuan jemaah hingga menyebabkan berdesakan.

Penyelenggara haji baik dari Pemerintah Arab Saudi maupun negara asal jemaah sebenarnya sudah melakukan imbauan dan peringatan.

Antara lain pengaturan waktu melontar.

Namun, di antara jutaan umat pastinya ada saja yang tidak mematuhi.

Kali ini Pemerintah Arab Saudi kembali melakukan upaya antisipasi dengan mengatur waktu melontar menggunakan tanda berupa lampu.

Lampunya persis lampu merah atau traffic light di Indonesia.

Lampu ini juga berwarna merah, kuning, dan hijau.

Fungsinya pun hampir sama.

Muassasah Asia Tenggara telah memasang lampu penanda jadwal lontar jumrah di setiap jalur keluar maktab menuju jamarat.

Lampu yang dipasang di area tenda-tenda jemaah itu berwarna merah, kuning dan hijau.

Merah artinya jemaah dalam area tenda itu tidak dalam jadwal melontar jumrah.

Kuning berarti masa untuk bersiap.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved