Cerpen BPost
Cerpen: Soal Keberanian
“Masa dari 38 murid, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan segampang itu.” Mulai terjadi keributan di antara kami.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lelaki berbadan tegap itu berdiri di depan kelas, menatap wajah murid-muridnya dengan garis wajah yang keras.
“Apakah ada yang tahu, apa itu keberanian?”
Tak ada seorang pun yang menjawab pertanyaan dari Pak Agus, guru sejarah itu. Semua murid hanya menatap kertas kosong di meja mereka, tidak berani bersuara.
Tidak seperti biasanya, pertanyaaan kali ini benar-benar membuatku kebingungan. Walaupun sebenarnya pertanyaan itu tidak terlalu sulit, namun ada masalah lain yang membuatku malas untuk menjawabnya.
“Masa dari 38 murid, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan segampang itu.”
Mulai terjadi keributan di antara kami, saling dorong-mendorong agar salah satu murid menjawab pertanyaan beliau.
Dulu, kami pernah tidak menjawab pertanyaan bapak berumur 45 tahun itu, dan satu kelas dijemur di lapangan sekolah sebagai jawabannya.
“Dimas, apa yang kamu ketahui tentang keberanian ?” tanyanya.
“Sa...ya nggak tahu, Pak,” jawab teman kami terbata-bata.
“Halah, anak-anak sekarang bisanya cuma main game, ditanya tentang keberanian saja tidak bisa. Karena waktu Bapak di kelas sudah habis, soal tadi dijadikan PR, minggu depan akan kita bahas bersama-sama. Jawaban terbaik akan Bapak kasih uang 100 ribu, biar semangat.”
Terdengar sorak-sorai di antara kami, walaupun Pak Agus termasuk guru killer, tetapi saat mendengar tentang uang, kelas ini selalu saja ramai.
Akhirnya Pak Agus melangkahkan kaki keluar kelas, lalu dimulailah diskusi tentang misi uang 100 ribu ini.
“Di, menurut kamu apa yang harus kita tulis tentang keberanian?” tanya Aji.
Itulah penggalan isi cerpen karya Ikhsan Ansyari Anwar. Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Minggu (24/09/2017).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/iustrasi-oleh-riza_20170923_205839.jpg)