TOPIK
Cerpen BPost
-
Datanglah! jika kau tak suka pasir, tak suka meski sedetik melihatnya, ayolah! Bayangkan yang lain, lalu datang ke pantai ini.
-
Hujan terus saja riuh bercerita di sela-sela ia mencuci baju, menanak nasi, dan lalu membereskan dapur.
-
Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan.
-
Maddasin seketika meloncat dari ranjang saat pintu rumah Monarie ada yang mengetuknya. Ia meringkuk di gelap pojok bawah ranjang.
-
Aku bertanya apa yang terjadi. Ayah menyuruhku diam. Tangannya di pundakku, dingin dan bergetar. Ada yang merayap di kaki kiriku. Aku merabanya.
-
Triman pun kemudian bangkit dan duduk di pinggir tempat tidur. Sesekali menarik napas panjang sambil menatap Peni yang tengah tidur pulas.
-
Dulkamit masih berdiri, menanti hujan reda. Istrinya sibuk memasak, dan tentu di sela-sela asap yang menyesaki dapur, ia lantunan doa kepada Tuhan.
-
Benar, Pak Jamal--orang yang mengaku-ngaku itu--adalah anak Mbah Tumi yang mewakafkan rumah dan tanah untuk awal-awal pembangunan panti.
-
Perihal kepulangan itu terakhir kali terjadi ketika putri bungsumu menikah. Kamu ingat betul bagaimana dadamu berdegup kencang.
-
Namun saat aku mengambil gelang tersebut, tiba-tiba air waduk berubah menjadi keruh dan air itu menarik tanganku.
-
Telah puluhan jenazah yang diperhatikan Jupri. Ada yang terasa sangat mudah saat menggali, persis menggali tanah liat.
-
Dulu karena hanya bapak yang membawa kunci, aku pernah tidur di luar, karena bapak tidak kunjung pulang hingga fajar tiba.
-
Setelah lewat waktu itu, tak akan ada kelinci-kelinci bersayap, meski manusia menengadah sepanjang sore, saat pintu langit sudah terbuka.
-
Namun, menunggu dalam antrean itu tak serta merta membuatnya bosan, sebab ada sebuah layar yang cukup lebar terpasang jauh di depan.
-
“Masa dari 38 murid, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan segampang itu.”
Mulai terjadi keributan di antara kami.
-
Tidak ada yang kurang. Kami sangat bahagia. Hanya saja, sampai saat ini belum ada juga celoteh manja dan tawa riang anak-anak mewarnai.
-
Sangat sulit dipercaya akhir dari persahabatan mereka adalah kematian oleh tangan sahabatnya sendiri.
-
Aku mulai sering melihat jangkrik mendengkur di kamar ibu pada pagi hari sejak aku tumbuh jadi gadis ranum. Jangkrik itu berukuran sama dengan ibu. Ke
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved