Berita Kotabaru

Dua Pulau di Pulau Sembilan Ini Merasa Terasing dari Dunia Luar, Ini Penyebabnya

Tinggal di beberapa pulau di Kecamatan Pulau Sembilan, bukan cuma keterbatasan transportasi air satu-satunya sarana yang selama ini digunakan

Dua Pulau di Pulau Sembilan Ini Merasa Terasing dari Dunia Luar, Ini Penyebabnya
istimewa
Herry Amiarso warga Pulau Marabatuan

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tinggal di beberapa pulau di Kecamatan Pulau Sembilan, bukan cuma keterbatasan transportasi air satu-satunya sarana yang selama ini digunakan masyarakat.

Namun ada faktor lain yang membuat jarak Pulau Sembilan lebih 'terasing' dari ibu kota kabupaten Kotabaru. Menyusul sulitnya akses sarana informasi, karena keterbatasan sinyal/jaringan selular di wilayah tersebut.

"Sulit sekali sinyal handphone di sini hanya EDGE dan G. Gak tahu kapan bisa 3G," kata Herry Amiarso warga Pulau Marabatuan, Kecamatan Pulau Sembilan, Minggu (24/9/2017).

Baca juga: Fantastis! Gadis Cantik Asal Indonesia Ini Main di Drama Korea, Fotonya Bikin Para ABG Iri!

Selain terbatas sinyal, jaringan telepon selular dari dua operator yakni Telkomsel dan Axis yang ada di Pulau Sembilan, belum dinikmati secara optimal.

"Sudah terbatas, kadang sinyal bisa ngadat sampai berhari-hari. Kemarin beberapa waktu yang lalu Telkomsel sempat hilang hampir 10 hari," katanya.

Baca juga: Garuda Muda U12 Kandas di Kaki Mexico, Ini Kata-kata Move On Pemilik SSB Batu Agung

Sedangkan Axis hanya bisa pada malam, itupun belum bisa stabil. "Sudah dilaporkan ke Axis Center, terlalu sering via sosial media sampai sekarang ngga ada direspon. Sebenarnya ngga muluk-muluk, kalau busa online selama 24 jam cukup," tambahnya.

Sementara sebagai guru sekaligus kepala sekolah, tak hanya kerap ketinggalan informasi tentang pendidikan melalui akses informasi digital, namun akses informasi melalui digital sering dituntut Kementerian Pendidikan pusat.

"Banyak program pemerintah yang harus kami turuti dan ikuti ya kalau tidak kami penuhi, banyak merugikan sekolah dan para guru," ucapnya.

Menjadi salah satu indikator membuat keterbatasan sinyal selular, juga disebabkan operasional listrik hanya hanya beroperasi 12 jam (18.00-06.00) Wita pada hari-hari biasa. Membuat sinyal selular tidak stabil.

Kecuali hari Jumat dan Minggu listrik menyala dari pukul 10.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita.

"Bila sinyal tidak stabil, untuk upload dan sinkronisasi data harus ke Kotabaru atau Batulicin. Paling kasihan kawan-kawan dan masyarakat di pulau Matasirih dan Maradapan. mulai merdeka sampai sekarang belum ada PLN dan jaringan seluler. Ironis," pungkasnya.

Tidak adanya sinyal dan listrik, untuk penerangan khususnya sudah puluhan tahun terpaksa mengandalkan mesin diesel pribadi.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved