Bisnis Tekno

Kisah Hebat di Balik Sosok Bagong Kussudiardja yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Google Doodle hari ini terasa spesial, karena menampilkan seniman Indonesia Bagong Kussudiardja.

Tayang:
Penulis: Rahmadhani | Editor: Ernawati
Google
Sosok tokoh seniman Indonesia Bagong Kussudiardjo yang jadi Google Doodle hari ini, Senin (9/10/2017). 

Kakeknya, Gusti Djuminah konon adalah putra mahkota Sultan HB VII yang karena membelot, terpaksa harus menjalani hukuman kurantil (pengasingan).

Bagong mendirikan Pusat Latihan Tari (PLT) pada 5 Maret 1958 dan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja pada 2 Oktober 1978.

Selama hidupnya, lebih dari 200 tari telah diciptakan, dalam bentuk tunggal atau massal, diantaranya; tari Layang-layang (1954), tari Satria Tangguh, dan Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih (1968), juga Bedaya Gendeng (1980-an).

Orangtua Bagong, RB Tjondro Sentono menikah dengan Siti Aminah.

Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah Kus Sumarbirah, Bagong Kussudiardja, Handung Kussudyarsana, dan terakhir Lilut Kussudyarto.

Kakeknya, Gusti Djuminah konon adalah putra mahkota Sultan HB VII yang karena membelot, terpaksa harus menjalani hukuman kurantil (pengasingan).

Ia adalah ayah dari Butet Kertaradjasa dan Djaduk Ferianto.

Kakek 6 cucu ini juga pelukis, bahkan termasuk perintis seni lukis batik kontemporer.

Ia juga pernah bermain film, antara lain dalam Kugapai Cintamu.

Pada tahun 1985, ia menerima Hadiah Seni Pemerintah RI, dan penghargaan Sri Paus Paulus VI atas fragmennya Perjalanan Yesus Kristus.

Untuk lukisan abstraknya yang dipamerkan di Dacca, ia beroleh medali emas dari pemerintah Bangladesh pada 1980.

Pada Desember 1984, Bagong memulai perjalanan 5 bulan ke 7negara Eropa.

Bersama 14 penari, ia mengadakan 69 kali kegiatan: pentas tari, seminar, lokakarya, pameran batik, dan demonstrasi melukis batik.

Pada Hari Kebangkitan Nasional di Jakarta, 20 Mei 1985, ia mempertunjukkan Pawai Lintasan Sejarah Indonesia, didukung 710 penari dan figuran.

Sebulan kemudian, Bagong beserta 100 penari muncul di pesisir Parangtritis, 27 km di selatan Yogyakarta.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved