Mitos Banjar 'Bayi Bungkus', Bakal Memberi Kekebalan?

Bayi bungkus adalah bayi yang dilahirkan dengan ketuban yang tidak pecah. Seperti diketahui bahwa di dalam kandungan ibu bayi dilindungi/dibungkus

Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Eka Dinayanti
net
Di Kalimantan khususnya daerah Kalsel, Kalteng, dan Kaltim tersebar mitos kalau bayi lahir bungkus (bakalubut) itu memiliki kekebalan yang dibawa sejak dalam kandungan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bayi bungkus adalah bayi yang dilahirkan dengan ketuban yang tidak pecah. Seperti diketahui bahwa di dalam kandungan ibu bayi dilindungi/dibungkus dengan air ketuban yang diluarnya terbalut selaput tipis.

Kelahiran seperti itu sangat jarang ditemui, sehingga menimbulkan mitos-mitos di masyarakat.

Di Kalimantan khususnya daerah Kalsel, Kalteng, dan Kaltim tersebar mitos kalau bayi lahir bungkus (bakalubut) itu memiliki kekebalan yang dibawa sejak dalam kandungan.

Baca juga: Mantan Istri Konglomerat Indonesia Ini Seksinya Nggak Habis-habis, Dia Puas Kalau Sudah Berhasil

Di mitos tersebut disebutkan bayi yang lahir dalam keadaan masih diselubungi kulit ketuban oleh sebagian masyarakat diyakini kelak bisa jadi kebal. Asalkan bungkus tersebut yang mengoyaknya adalah ayah dari si bayi.

Bayi bungkus
Bayi bungkus (net)

Dilansir onoffsolutindo.com, syarat tertentu harus dilakukan yaitu kalubut tersebut harus dipecahkan oleh sang ayah. Caranya sebelum kalubut digigit mulut dilapis dengan sirih.

Sisa kalubut tadi kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. Kemudian disimpan rapi-rapi di dalam sebuah botol. Jika si anak sudah besar, dan dihadapkan pada keadaan darurat, semisal berkelahi, kalubut itu diserahkan untuk menutupi pusarnya.

Usahakan jangan sampai pisah dari si anak, fungsinya hampir sama dengan babatsal (jimat orang Banjar). Sehingga walau dibacok dengan senjata tajam, ia tidak akan mempan.

Baca juga: Zenith Seharga Rp10 Miliar Masih Berada di Truk, Penyidik Tetapkan Perwira Jadi Tersangka

Menurut istilah orang bahari, kekebalan itu disebut 'taguh karung-karung'. Ia kebal terhadap senjata apapun. Cuma satu kelemahannya, kalau digigit yang bersangkutan akan mengalami rasa sakit yang luar biasa.

Bayi bungkus
Bayi bungkus (Daily Mail)

Menurut kepercayaan yang berkembang di masyarakat Banjar, benda yang menjadi pembuka kalubut bayi, akan menjadi benda pantangan baginya.

Kalau pakai bambu, kekebalannya hanya bisa dipecahkan dengan bambu. Begitu pula kalau menggunakan gigi, tombak, dan lain-lainnya. Karena itu, cukup si ayah yang mengetahui rahasia dimaksud.

Namun, tidak semua orangtua yang bayinya lahir dalam keadaan bungkus mau melakukan itu. Karena khawatir kalau si anak tahu dirinya kebal bawaan sejak dalam kandungan, ia akan menjadi takabur dan sombong.

(banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved