Berita Balangan
Begini Upaya MTs Al Hidayah Babayau Dalam Memerangi Sampah.
Pengelolaan sampah dilakukan demi terselenggaranya pendidikan yang menjamin siswa nyaman belajar dan guru dalam mendidik.
Penulis: Elhami | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Berbagai cara dan upaya serta pendekatan terus dilakukan MTs Al Hidayah Babayau dalam rangka menciptakan sosio iklim madrasah yang kondusif, terutama persoalan sampah.
Pengelolaan sampah dilakukan demi terselenggaranya pendidikan yang menjamin siswa nyaman belajar dan guru dalam mendidik.
Persoalan sampah di lingkungan madrasah ini terbilang belum maksimal, buktinya masih ada sampah-sampah kecil dipojok dan got madrasah.
Baca: Kidz Zaman Now Jangan Sampai Lupa, Ini Salinan Teks Asli Sumpah Pemuda
Untuk itulah Kepala MTs Al Hidayah Babayau Ardiansyah berbagai menjalankan sejumlah program diantaranya dilakukan kegiatan pembiasaan lewat LISA (Lihat Sampah Ambil), Jum'at Bersih, Relokasi Aksi Kebersihan oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), sampai peran guru dan wali kelas turun langsung setiap saat.
"Namun masih saja dirasa belum maksimal," ujarnya.
Baca: Hari Sumpah Pemuda - Bikin Merinding, Dari Soekarno Untuk Pemuda
Tak mau tinggal diam saja upaya pemikiran dan siasat tidak berhenti, sampai akhirnya ditemukan cara dan disepakati oleh dewan guru melalu rapat dinas bulanan.
MTs Al Hidayah akan menerapkan sistem yang diberi nama Rantai Jaasus sejak awal bulan Oktober 2017 sebagai tindakan "perang" terhadap sampah.
"Alhamdulillah sistem ini ternyata sangat ampuh dan memberi bukti, luar biasa dan sangat nyaman tanpa sampah sedikitpun," katanya.
Baca: Beredar Teks Sumpah Pemuda untuk Para Koruptor dari KPK, Begini Bunyinya
Koordinator Rantai Jaasus, Jamiatul Rasyidah menjelaskan program ini hanya dengan melibatkan ketua kelas dan para wali kelas yang selanjutnya tindakan 3 kali seminggu dari koordinator.
"Sehingga anak jadi enggan dan sadar membuang sampah pada tempat yang disediakan. Kesadaran ini juga terus dijaga oleh seluruh dewan guru demi terciptanya sosio iklim yang kondusif untuk pembelajaran sehari-hari," jelasnya.
Sementara itu, H. Supiani selaku Ketua Yayasan berharap model ini di tiru oleh Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah di lingkungan pendidikan Yayasan Islam Al Hidayah Babayau.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pengawaran-tim-rantau-jaasus-oleh-kordinator-di-mtsn-al-hidayat-babayau_20171028_101631.jpg)