Berita Hulu Sungai Utara

Jalan Jebol, Sekolah Diliburkan

Jebolnya jalan desa yang sekaligus menahan air di Desa Pandulangan Kecamatan Banjang mengakibatkan enam desa terancam banjir.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
SDN Pandulangan yang letaknya tak jauh dari lokasi banjir juga diliburkan karena khawatir membahayakan para siswa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jebolnya jalan desa yang sekaligus menahan air di Desa Pandulangan Kecamatan Banjang mengakibatkan enam desa terancam banjir.

Bukan hanya permukiman warga namun juga terancam membanjiri lahan pertanian lebih dari 200 hektare.

Jalan desa yang jebol akibat dua pintu air dekat lahan pertanian ditutup hingga air di jalan desa cukup tinggi dan mengakibatkan jalan jebol.

Pintu air sendiri ditutup agar air sungai Balangan tidak meluap ke area pertanian.

Baca: Duh, Jalan Desa Pandulangan Jebol, Banjir Mengancam Enam Desa, Ini yang Dilakukan Warga

Abdul Rahman Kepala Desa Pandulangan mengatakan pintu air tidak dibuka karena padi masih belum saatnya dipanen.

"Sekitar satu bulan lagi baru bisa dipanen, jadi pintu air tidak dibuka dan justru membuat jalan desa jebol," ujarnya.

SDN Pandulangan yang letaknya tak jauh dari lokasi banjir juga diliburkan karena khawatir membahayakan para siswa.

Baca: Sejumlah Desa Masih Dilanda Banjir, Pelajar di Kecamatan Juai Terpaksa Gunakan Perahu Karet

Dan masih belum dipastikan proses belajar mengajar kapan bisa dilaksanakan kembali.

Untuk menuju pusat kota Amuntai warga juga harus memutar melewati Desa Garunggang karena jalan ini merupakan akses utama warga.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved