Komunitas

Keseruan Adu Tembak Watergell Gun

Dari sekadar iseng ingin beli mainan senjata, tak disangka malah terbentuk komunitas Red Harm yang bisa menjadi wadah pelepas stres.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasinpost.co.id
Red Harm: Watergell Gun Enthusiast 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Awalnya hanya sekadar iseng ingin beli mainan senjata, tak disangka malah terbentuk komunitas dan bisa menjadi wadah pelepas stres dari pekerjaan dan tugas sekolah.

Red Harm: Watergell Gun Enthusiast. Demikian nama komunitas tersebut atau biasa disebut Red Harm saja.
 
Ketua M Arie Hidayat, memaparkan, ketika itu ada teman (kini anggota) yang mengajak beli unit watergell gun (WGG) dengan mengirim link facebook market. 

Ketika diajak beli, Arie berpikir temannya itu  mau main perang-perangan (skirmish; atau bisa juga juga disebut sukir/sunday skirmish). 

"Jadi saya tanya, siapa aja lagi yang beli? Kalau tidak banyak orangnya, tidak seru," ujar Arie.

Padahal temannya itu sekadar mau beli saja, tidak ada maksud mau main perang-perangan, apalagi bikin komunitas. 

"Tapi karena saya tanya seperti itu tadi, dia ajak teman-teman yang lain, dan ternyata  ada lima orang lagi yang mau ikutan beli," seloroh Arie. 

Dari inisial ketujuh orang itulah, nama Red Harm dibuat. Kegiatan pertama mereka pada 19 April 2025, yaitu menembaki beberapa target yang disebar, atau yang biasa disebut tembak reaksi, dan tanggal dianggap sebagai hari jadi komunitas ini. 

"Dan pada hari itu, kami semua hanya pakai unit kids version, bukan hobies version yang secara tampilan lebih realistis, bahan yang lebih kokoh, bahkan power yang lebih kuat," tukasnya.
 
Seperti halnya teman-teman dari komunitas air soft, dalam hal penyebutan peralatan tidak menyebut sebagai senjata melainkan unit. Dan tidak mengatakan peluru melainkan BB.

Menurut Arie, sebenarnya kegiatannya tidak bisa dikatakan rutin, sebab mereka tidak memiliki jadwal pasti. Biasanya mereka polling dulu di grup, pada hari dan jam berapa bisa main bareng. 

"Kalo bisa, ya main. Kalo tidak, ya lain waktu aja. Kami biasa main simulasi pertempuran antar tim, yang sering kami sebut skirmish atau sukir," tukasnya.
 
Di komunitas ini ada beberapa anggota mulai siswa tingkat SMA, wirausahawan, dan karyawan swasta. 
 
Menyosialisasikan olahraga ini kepada masyarakat umum, mereka  membagikan foto dan video keseruan main di akun instagram @red.harm.

Dari respons di media sosial, ada beberapa orang yang tertarik mau bergabung. Selain itu tidak ada tanggapan dalam bentuk yang lain. Sedangkan dari teman-temn internal , mereka lebih ke berharap akan ada  kompetisi di bidang WGG ini.

Sementara ini event yang dibuat adalah saat hari Kemerdekaan membuat lomba kecil-kecilan. Internal komunitas. Agar semua senang, kategori juaranya dikonsep agar semua peserta bisa dapat hadiah.

Tapi pada dasarnya, kegiatan mereka sekedar untuk refreshing, belum ada rencana ke arah kompetisi. Sebab saat ini yang dikompetisikan cuma untuk jenis air soft. 

Jadi sementara ini sekedar sedikit briefing di awal terkait aturan main. Langsung main seru-seruan.

"Keseruan adalah tujuan, keselamatan yang lebih utama. Saya ingin di tempat ini teman-teman bisa mendapat kesenangan, seru-seruan, melepas lelah dari kesibukan kerja atau stresnya tugas-tugas sekolah," tukas Arie.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved