Komunitas

Apel Balangan Atasi Kecanduan Gadget pada Anak

Karena apel yang satu ini bukan nama buah, melainkan nama sebuah komunitas yang didirikan dan berkegiatan di wilayah Balangan.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasinpost.co.id
Kegiatan komunitas Apel Balangan untuk meningkatkan minat baca anak-anak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Apel Balangan? Apa memang ada kebun apel di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan? Rasanya, kebun apel itu cocoknya di daerah beriklim dingin macam di Malang, Jawa Timur. Jadi, bagaimana bisa ada apel di Balangan.

Pastinya, itu tidak salah. Karena apel yang satu ini bukan nama buah, melainkan nama sebuah komunitas yang didirikan dan berkegiatan di wilayah Balangan.

Aluh Srikandi, owner Apel Balangan, menjelaskan, Apel Balangan adalah singkatan dari Anak Pecinta Literasi Balangan.

Ya, komunitas ini adalah kumpulan anak-anak yang suka berkegiatan literasi dan Aluh yang menginisiasi serta mendirikan komunitas tersebut.

"Yang menggagas saya sendiri, dan resmi berdiri sejak 2 September 2023, sengaja memilih tanggal dan bulan sesuai dengan hari ulang tahunku," seloroh Aluh.

Latar belakang terbentuknya Apel Balangan karena didorong oleh rasa prihatin ketika melihat fenomena bahwa anak-anak suka memainkan gadget-nya sampai lupa waktu.

"Sayang sekali kala itu waktu mereka lebih banyak habis dengan bermain gadget, makanya saya terpanggil untuk menghimpun mereka dalam wadah kegiatan positif," tukas Aluh.

Jadi, lanjut Aluh, tujuannya menanamkan rasa cinta kepada buku sejak dini dan mengurangi kebiasaan memainkan game online.

"Kegiatannya adalah membaca bersama, ngerjain PR, diskusi sederhana tentang buku yang baru dibaca dan mendongeng," papar Aluh.

Karena pojok baca ini letaknya di rumah Aluh, maka kegiatan komunitas ini tergantung kesibukan Aluh. Kalau misal ia sedang kerja maka kegiatan tidak dibuka dulu.

"Saat sudah nyantai, barulah buka. Tapi biasanya buka setiap hari sih. Tentunya setelah anaku pulang sekolah, mereka pasti main di rumah," terang Aluh.

Kegiatan literasi itu menjadi kesukaan anak-anak. Mereka belajar bersama, misalnya satu anak selesai baca buku, jadi anak lainnya akan bertanya, apa sih yang kamu baca, dan dia pasti cerita ulang, dari situ mereka belajar untuk tampil percaya diri.

"Mereka merasakan kegiatan tersebut seru, bisa bermain dan mengerjakan PR serta belajar bersama" tandas Aluh. (Salmah saurin)

Membangun Kepercayaan Diri

Membangun kepercayaan diri anak-anak memang perlu upaya yang bertahap dan pembiasaan, sehingga memberikan pengalaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved