Berita Banjarmasin

Hakim Agung Abdurrahman Meninggal Dunia, Terus Mengajar Hingga Akhir Hayat

Dr H Abdurrahman SH MH, lahir di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada tanggal 28 Juni 1949.

Penulis: Rahmadhani | Editor: Didik Triomarsidi
Istimewa
Dr H Abdurrahman SH MH bersama Mispansyah, Pakar Hukum Pidana 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hakim agung MA asal Kalsel, H Abdurrahman SH MH meninggal dunia, Rabu (29/11/2017) subuh.

Abdurahman meninggal dunia di Rumah Sakit Citra Land, Banjarmasin.

Dr H Abdurrahman SH MH, lahir di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada tanggal 28 Juni 1949.

Abdurrahman adalah seorang ahli hukum Indonesia yang menjabat sebagai Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Di samping itu, ia juga merupakan peneliti dan penulis serta dosen Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Dedikasi Abdurrahman di dunia pendidikan rasanya tak perlu diragukan lagi.

Bahkan beberapa hari sebelum meninggal, Abdurrahman masih mengajar di Fakultas Hukum ULM.

Pakar Pidana Fakultas Hukum ULM Mispansyah kepada Banjarmasin Post menceritakan, pada Sabtu (25/11/2017) lalu hakim agung MA Abdurrahman masih mengajar teori hukum pada Program Magister Kenotariatan PMKn FH ULM.

"Padahal kondisi beliau terlihat lelah saat itu. Sabtu masih mengajar, terus Senin dapat kabar masuk rumah sakit," kenang Mispansyah.

Di tengah kesibukannya sebagai hakim agung MA, Abdurrahman selalu menyempatkan ke Banjarmasin untuk mengajar.

"Beliau sosok yang rajin memberikan kuliah, setiap sore Jumat sampai Minggu beliau datang ke Banjarmasin memberikan kuliah di PMIH FH ULM," kata Mispansyah.

Mispansyah bisa dibilang cukup dekat dengan Abdurrahman.

Mispansyah membantu Abdurrahman pada mata kuliah Teori Hukum di Program Magister Ilmu Hukum FH ULM.

"Saya mengenal Beliau sebagai Ahli hukum Agraria dan Tokoh Hukum Nasional, juga sebagai seorang yang sering mengisi ceramah berdakwah. Saya mengenal beliau tahun 1995 pada waktu itu beliau mengasuh mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum, beliau memiliki pengetahuan hukum yang luas dan mumpuni, mengajak mahasiswa berpikir dan mencari literatur hukum," kenang Mispansyah lagi.

Dalam memberikan kuliah, Abdurrahman juga terkenal mudah dipahami dan selalu melemparkan pertanyaan untuk dididskusikan.

Mispansyah juga terkenang saat dirinya magang di Mahkamah Agung dan sosok Abdurrahman yang banyak membantu menyelesaikan tugasnya

"Saat saya mengikuti magang di Mahkamah Agung beliau banyak membantu saya dan hasil magang saya buatkab buku dengan judul " Tindak Pidana Korupsi Dalam Teori dan Yurisprudensi"," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/Rahmadhani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved