Berita Regional
Ramalan 2018, Prabu Jayabaya Melihat Bakal Kembali Terjadi Tsunami?
Jelang berakhirnya tahun 2017, berbagai ramalan tersebar di dunia maya, satu di antaranya dituliskan akun @Jogja_Undercover.
Penulis: Restudia | Editor: Didik Triomarsidi
Kakawin Bharatayuddha hanya menceritakan peperangan antara kaum Korawa dan Pandawa yang disebut peperangan Bharatayuddha,
sedangkan Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya berisi tentang cerita ketika sang prabu Kresna ingin menikah dengan Rukmini dari negeri Kundina,
putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan Dewi Sri.
Kembali mengenai ramalan akan terjadinya tsunami, kabar ini juga sampai ke warga Aceh yang sempat dilanda Tsunami.
Dilansir Serambi Indonesia, ada pakar yang mengungkapkan jika 2018 adalah tahunnya gempa bumi.
Ramalan ini bermula dari temuan yang dipresentasikan bulan lalu pada pertemuan tahunan Masyarakat Geologi Amerika oleh Roger Bilham dari University of Colorado, Boulder, dan Rebecca Bendick dari University of Montana, Missoula.
Dalam studi yang dimuat dalam jurnal Geophysical Research Letters, mereka berkata bahwa akan terjadi banyak gempa yang diakibatkan oleh penurunan rotasi bumi pada tahun depan.
Setelah membuat banyak orang merasa takut dengan tulisannya itu, Bendick ternyata merasa "bersalah" dan memberikan penjelasannya.
Namun, hal tersebut tidak berarti 2018 akan menjadi tahun gempa yang menghancurkan.
Bendick dan Bilham berkata bahwa penelitian mereka menganalisis daerah-daerah yang memang rawan gempa, seperti Jepang, Selandia Baru, Pantai Barat Amerika Serikat.
Bagi orang-orang yang tinggal di daerah tersebut, selalu ada risiko gempa yang harus dipersiapkan.
Lagipula, studi mereka adalah tentang probabilitas, bukan prediksi, ujar Bendick kembali mengingatkan.
Perlambatan rotasi bumi bukan berarti gempa pasti akan terjadi pada tahun depan, tetapi kemungkinan terjadinya gempa akan meningkat.(restudia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/prabu-jayabaya_20171204_093412.jpg)