Jangan Lewatkan! Hujan Meteor Geminid 2017 Malam Ini, Juga Ada Fenomena Mars dan Jupiter

Sebelum tahun 2017 berakhir, ada dua hujan meteor yang masih akan menyapa pengamat langit malam di Bumi.

Editor: Murhan
nationalgeographic.co.id
Hujan meteor Geminids di Belahan Bumi Utara pada Desember 2013. (Asim Patel/Wikimedia Commons) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebelum tahun 2017 berakhir, ada dua hujan meteor yang masih akan menyapa pengamat langit malam di Bumi. Hujan meteor tahunan Geminid dan Ursid.

Akan tetapi untuk hujan meteor Ursid akan sulit diamati dari Indonesia. Rasi Ursa Minor yang jadi radian atau arah datang meteor baru terbit hampir bersamaan dnegan terbitnya Matahari pagi. Untuk Geminid, seluruh masyarakat Indonesia bisa mengamati hujan meteor yang satu ini.

Sebagai hujan meteor terbaik yang bisa diamati setiap tahun dari Bumi, Geminid akan jadi atraksi menarik di langit malam nan gelap jika cuaca bersahabat a.k.a langit cerah.

Baca: Foto Tersenyum Polisi Brasil Ini Mendapat Kecamatan, Mengejutkan Status Orang di Sampingnya

Untuk pengamat, Geminid termasuk hujan meteor dengan laju meteor yang tinggi yakni 120 meteor per jam saat mencapai puncak. Itu pun jika cuaca cerah dan pengamat berada jauh dari polusi cahaya.

Setiap tahun, hujan meteor Geminid berlangsung dari tanggal 4 – 17 Desember dengan puncak pertunjukkan di langit malam terjadi antara tanggal 12 – 14 Desember. Untuk tahun 2017, menurut International Meteor Organization, puncak hujan meteor Geminid akan terjadi tanggal 14 Desember pukul 06:30 UT atau 13:30 WIB.

Hujan meteor Geminid pertama kali teramati pada tahun 1862 oleh R. P. Greg dari Manchester, Inggris, dan baru tahun 1983 asal usul Geminid akhirnya terungkap. Sumber hujan meteor yang satu ini bukan komet melainkan asteroid.

Baca: Hasil Dubai BWF Super Series Finals 2017 - Menang, Marcus/Kevin Mengaku Belum 100 Persen

Kilatan cahaya yang tampak datang dari rasi Gemini tersebut merupakan puing-puing asteroid 3200 Phaethon yang berasal dari keluarga asteroid Apollo dan Pallas.

Ketika Bumi melintas di antara puing-puing asteroid 3200 Phaethon, sisa asteroi tersebut memasuki atmosfer Bumi, terbakar dan bergerak cepat melintasi langit dengan kecepatan 35 km/detik.

Asteroid 3200 Phaethon yang jadi sumber meteor Geminid ini mengelilingi Matahari setiap 1,4 tahun dan berpapasan dengan Bumi pada jarak aman.

Pada tahun 2017, asteroid 3200 Phaethon akan berpapasan dekat dengan Bumi tanggal 16 Desember 2017 pada jarak 0,06 AU.

Hujan meteor Geminid merupakan salah satu hujan meteor yang cukup kuat dan menarik perhatian para pengamat.

Bahkan ia semakin kuat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh gravitasi Jupiter yang mengganggu aliran puing-puing Phaethon dan menyebabkan mereka bergeser mendekati orbit Bumi.

Bagi pengamat yang hendak berburu hujan meteor Geminid, rasi kembar Gemini terbit pukul 20:00 WIB dan akan mencapai titik kulminasi atau tepat di zenit pada pukul 01:44 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved