Berita Banjarmasin

Ini Kelemahan Presensi Online bagi Guru-guru Sekolah Pinggiran

Sementara itu, Kepala Bidang SMK Disdikbud Kalsel, Syamsuri menjelaskan, hingga kini belum ada surat resmi

Tayang:
Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id
blitz 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sementara itu, Kepala Bidang SMK Disdikbud Kalsel, Syamsuri menjelaskan, hingga kini belum ada surat resmi yang diterima Dinas pendidikan Kebudayaan terkait soal presensi yang akan diterapkan secara online tersebut dari Mendikbud di bawah Direktur Jenderal GTK.

"Jadi menggunakan yang ada saja. Kalau finger print ya pakai itu saja dulu sampai ada keputusan atau surat resmi," terangnya.

Menurut Syamsuri, jika presensi tersebut betul diterapkan ada beberapa kekurangan atau kelemahan yang harus dicarikan solusi.

Pertama, orang tidak bisa memantau secara langsung apakah guru tersebut berada di sekolah atau tidak.

Baca: Siswa Pemukul Pak Guru Budi Hingga Tewas di Sampang Diancam Hukuman Segini, Netizen Tak Terima

Baca: Inilah Jumlah Uang yang Diduga Diterima Zumi Zola Saat Menjabat Gubernur Jambi

"Bisa saja guru tersebut presensi klik-nya dari rumah, namun wujud fisiknya masih belum datang," cetusnya.

Memang ada kelemahan kalau guru sekolah-sekolah pinggiran yang jauh dari akses telekomunikasi.

"Ya semisal di Loksado dan di Pulau Laut. Itu kan sulit juga aksesnya. Sehingga sulit juga untuk dipukul rata diwajibkan. Kalau di sekolah yang berada di kota ya saya rasa masih mungkin untuk dilaksanakan," urainya.

Sejauh ini, kata Syamsuri, sekolah sekolah masih mengandalkan dengan sistem presensi yang ada, yakni dengan cara manual, dan sebagian sudah finger print.

"Bahkan sudah ada aplikasi sendiri di Android di Kalsel, yang saya tau yakni di SMKN 5 Banjarmasin,” paparnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved