Siswa Pemukul Pak Guru Budi Hingga Tewas di Sampang Diancam Hukuman Segini, Netizen Tak Terima

Siswa SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura pemukul guru hingga tewas telah diamankan pihak berwajib.

Siswa Pemukul Pak Guru Budi Hingga Tewas di Sampang Diancam Hukuman Segini, Netizen Tak Terima
istimewas
Ahmad Budi Cahyono 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Siswa SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura pemukul guru hingga tewas telah diamankan pihak berwajib.

Dia saat ini telah diamankan di Polres Sampang.

Humas Polres Sampang dalam postingannya di Instagram, humasressampang mengabarkan informasi bahwa pelaku dijerat hukuman penjara maksimal tujuh tahun karena kesalahannya itu.

Pelaku dijerat pasal 351 ayat tiga.

Postingan tersebut berupa gambar beberapa polisi sedang memperlihatkan barang bukti kasus tersebut.

“Dalam Waktu Kurang dari 1x24 Jam Sat Reskrim Polres Sampang Berhasil Ungkap kasus Penganiayaan yang di lakukan oleh murid SMA kepada gurunya, terduga sudah di tetapkan sbg tersangka dan di jerat Pasal 351 Ayat 3 dengan ancaman hukuman Maksimal 7 Tahun penjara.
#viral
#Saveguru
#polressampang
#sampang
#divhumaspolri
#bidhumaspoldajatim
@polisipromoter
@polisijatim_officialaccount
@divisihumaspolri
@polisiindonesia,” tulisnya.

Menanggapi postingan ini, banyak warganet merasa tidak puas dan menganggap hukuman itu masih kurang.

“7 tahun masih kurang pak, walaupun masih dibawah umur dia udah membunuh orang pak, bayangkan saja umur segitu udah berani melawan guru dan sampai membunuh, 7 tahun saya rasa masih kurang untuknya,” ujar iqbalnegara.

“Gampang amat ya . 7 tahun bunuh orang ... ckck gal setimpal ..ini menyangkut nyawa !!! Pelaku sudah termasuk dewasa !” protes ardiibarcco113.

“Whatt... Only 7 thn.. Yg bener aja pak,” ujar chandra19815.

“7 thun ... ?? Sdgkan slma 7 thun nyawa yg sudah mati gak bisa dkembalikan lagi .. Apa itu adil pak .. ??” protes merryaris.m juga.

Menjawab protes para warganet ini, Humas Polres Sampang mengatakan semua sudah berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku di negara ini dan pihaknya hanya sebagai pelaksana.

“@merryaris.m benar yang di katakan pak @wahyuhimawan_8369 smua kembali ke peranturan perundang2an, kami kami tidak bisa meng otak2 kalau sudah ssuai UU yang berlaku,” jawab humasressampang. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help