Berita Banjarbaru
Tubuh Gendut Dilarang jadi Driver Mobil Masa Depan, Ini Risikonya
Tubuhnya yang kurus dengan berat badan yang ideal, Azis Maulana dipilih jadi pengemudi Bauntung Evo 0.4.
Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tubuhnya yang kurus dengan berat badan yang ideal, Azis Maulana dipilih jadi pengemudi Bauntung Evo 0.4.
Jadi pengemudi bukan perkara mudah, pasalnya, dia harus sampai jaga berat badan.
Tubuh pengemudi dilarang gendut.
Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) semester delapan ini mengakui tak mudah untuk mengendarai mobil hemat energi dengan desain futuristik ini.
Baca: Ternyata Dukun Cabul Ini Pasien Perempuannya Banyak, Tapi yang Melapor Jadi Korban Baru 3 Orang
Baca: Rita Sugiarto Bakal Ramaikan Pesta Pernikahan Pengusaha Tambang Binuang, Disawer Berapa ya?
Baca: Pernikahan Mewah Putra Raja Tambang Kalimantan, H Ciut Ternyata Berikan Suvernir Sederhana Loh
"Saya jaga pola makan bahkan puasa, agar berat badan tidak lebih dari 46 kilogram," katanya.
Lalu kenapa dilarang gendut, Kapten Tim Aries Aditya Kurniawan, manajer Tim Wahyu selamet pamungkas dan kepala Divisi Engine Fendi agong menerangkan berat badan driver harus ideal.
"Beban diperhitungkan, harus ringan," kata Aries.
Ya membanggakan, Bauntung Evo 0.4 dan Tim Wasaka ULM sudah dilepas Rektor ULM Sutarto Hadi untuk berlomba pada Shell Eco Marathon Asia 2018 di Changi Exibition Center Singapore 8-11 Maret 2018.
Selasa (13/2), terpantau persiapan digeber di kampus ULM Fakultas Teknik Banjarbaru.
Selain menyiapkan kerangka dari besi untuk packing kendaraan, juga kendaraan dicek sebagai persiapan akhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bauntung-evo_20180213_122057.jpg)