Ekonomi dan Bisnis
Pasarkan Secara Digital, Rikma Bisa Jual Gelang Khas Kalimantan Hingga ke Singapura
- Mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, seorang pengrajin gelang anyaman asal Banjarmasin Rikma mampu capai konsumen di Singapura.
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, seorang pengrajin gelang anyaman asal Banjarmasin Rikma mampu capai konsumen di Singapura.
Memanfaatkan pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook serta sistem pembayaram internasional, Rikma sudah beberapa kali mengirimkan produk gelangnya ke luar negeri.
"Orangnya kontak lewat Instagram, lalu pembayaran menggunakan jasa transfer Western Union," kata Rikma.
Menurutnya di zaman digital dengan segmen pasar yang hampir tidak terbatas jarak sekarang ini, kualitas produk adalah hal yang utama sebagai modal bersaing.
Baca: BI Kalsel Sebut Pertumbuhan Masih Sangat Tergantung Faktor Eksternal
Baca: Detik-detik Penangkapan, Roro Fitria Sempat Ucap Itu Cara Allah Menguji Keimanan
Karena itu, walaupun diproduksi secara manual dan sederhana di Banjarmasin, Rikma mengaku konsumennya justru lebih banyak yang berasal dari luar Pulau Kalimantan seperti Pulau Jawa dan Sumatera yang artinya produk buatannya tidak kalah dengan produsen lain.
Bahkan walaupun masih belum memiliki toko fisik untuk produk kerajinannya, Rikma sudah mampu menjual rata-rata 500 produk gelang setiap bulannya. Saat ini ia memamerkan koleksi kerajinan hasil kreasinya di akun Instagram @b_galang.
Produk kerajinan tangan yang dibuat Rikma memang tergolong unik, yaitu gelang berjenis makrame dan prusik yang identik dan banyak disukai komunitas pecinta alam.
Harga satu gelang yang dijual Rikma mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 150.000 tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya.
Gelang kreasi Rikma dibuat dengan cara menganyam tali yang terbuat dari campuran kain dan plastik. Beberapa motif yang banyak dipesan pelanggannya yaitu motif simpai, gauco dan motif nama dan inisial.
"Produk gelang ini memang memiliki segmen pasar tersendiri, sering di asosiasikan dengan penikmat seni dan pecinta alam karena unik," kata Rikma.
Selain gelang, kedepannya ia juga tertarik untuk membuat kerajinan sejenis berupa tas dan strap jam tangan untuk dipasarkan menyasar segmen konsumen yang lebih luas. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/contoh-produk-produk-gelang-anyaman-kreasi-rikma_20180215_160115.jpg)