Sains

Seperti Knalpot Kendaraan Bermotor, Parfum dan Sampo Juga Mencemari Udara

Hal ini mengacu pada penelitian terbaru yang ditemukan oleh peneliti asal Amerika yang membuktikan produk kimia

Editor: Didik Triomarsidi
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banyak orang suka menggunakan wewangian seperti sampo dan parfum setiap hari. Salah satu alasannya untuk menunjang rasa percaya diri.

Meski dapat menunjang rasa percaya diri, sebaiknya kita kurangi penggunaannya.

Hal ini mengacu pada penelitian terbaru yang ditemukan oleh peneliti asal Amerika yang membuktikan produk kimia dengan kandungan zat berbau atau yang mudah menguap berperan besar dalam polusi udara.

Temuan baru yang dipublikasikan dalam jurnal Science, Jumat (16/2/2018) menyebut bahwa senyawa organik volatile atau Volatile Organic Compounds (VOC) yang mengandung bau terbukti dapat menyumbang dua sampai tiga kali polusi udara dibanding perkiraan sebelumnya.

Akibat polusi udara dari produk kimia terhadap kesehatan sama buruknya seperti polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor.

Baca: Amankan Rencana Habib Rizieq Shihab Pulang, Polisi Ini Tiba-tiba Pingsan Lalu Meninggal Dunia

Selain parfum dan sampo, peneliti juga menemukan sumber pencemaran lain yang berakibat buruk untuk lingkungan, termasuk produk pembersih, deodoran, cat, pestisida, juga produk yang menghasilkan uap dan bau lainnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Cooperative Institute for Research in Enviromental Sciences (CIRES) yang merupakan program kemitraan antara National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan the University of Colorada, Boulder, menemukan bahwa orang menggunakan lebih banyak produk kimia seperti disebutkan dibanding senyawa dari minyak bumi.

Brian McDonald sebagai penulis utama penelitian mengatakan, produk kimia berhubungan pada kesehatan paru-paru manusia. Itu karena emisi pembentuk dalam partikel produk kimia memiliki kandungan dua kali lebih banyak dari senyawa yang digunakan untuk kendaraan bermotor.

"Saat kendaraan bermotor diproduksi ramah lingkungan, sebenarnya ada sumber pencemaran udara lain yang patut diperhatikan. Produk yang kita gunakan setiap hari dapat memengaruhi polusi udara," kata Brian dilansir dari Science Daily, Kamis (15/2/2018).

Masalahnya ada pada senyawa organik yang mudah menguap dan dapat menghasilkan bau, volatil atau VOC.

Baca: Sempat Dikabarkan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, “Saya Tunda dan Beristikharah”

Peneliti mengatakan senyawa ini dapat masuk ke atmosfer dan bereaksi untuk menghasilkan bahan ozon atau partikulat. Banyak negara yang telah mengamati hal ini dan menghubungkannya dengan kerusakan paru-paru.

Sebelum mendapat kesimpulan ini, Brian dan koleganya mengamati sumber pencemaran udara dengan melakukan pengukuran kimia atmosfer udara di Los Angeles dengan rinci, juga mengevaluasi pengukuran kualitas udara dalam ruangan yang dibuat pihak lain.

Hasilnya mengejutkan, mereka menyimpulkan jumlah VOC dari konsumen dan produk industri menyumbang dua sampai tiga kali polusi udara yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Ini hampir sama dengan polusi udara yang diakibatkan kendaraan bermotor.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved