Berita Banjarmasin

Aneh, Pengiriman Elpiji 3 Kg Sudah Normal, Tapi Harga Masih Tembus Rp40 Ribu

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan inspeksi mendadak di SPBE

Aneh, Pengiriman Elpiji 3 Kg Sudah Normal, Tapi Harga Masih Tembus Rp40 Ribu
BPost Cetak
bpost cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan inspeksi mendadak di SPBE PT Jambo Mutiara Permata (JMP) yang terletak di Jalan Gubernur Subardjo Km 11 Lingkar Selatan Banjarmasin.

Inspeksi mendadak (sidak) dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suwardi Sarlan dan anggota Yadi Ilhami beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Hiswanamigas Provinsi Kalsel.

Baca: Gara-gara Ketahuan Tato Tubuh Sendiri, Febri Sempat Diusir Pergi dari Rumah

Manager Operasional PT Jambo Mutiara Permata, Muhammad Ghani, menjelaskan untuk saat ini sudah mulai membaik normal pengiriman, dalam satu truk 560 tabung gas 3 Kilogram. Perhari sampai 40 truk.

"Satu agen bisa dua kali pengisian. Sebanyak 35 truk pengiriman dalam sehari jika kondisi normal. Jumlah yang mengambil 12 agen yang terdiri 11 agen Banjarmasin dan 1 agen Tanahlaut. Ada 34 truk untuk agen Banjarmasin, 1 truk ke Tanahlaut," jelasnya.

Baca: Mengharukan, Foto Saufi Siswa MAN 3 HSS Pakai Baju Sekolah Jualan Pentol Viral di FB, Ini Katanya

Komisi II juga memantau warga Banjarmasin Selatan antre di pangkalan Pekauman dengan membawa bon gas elpiji 3 kilogram yang dibagikan Ketua RT masing-masing dikenakan untuk 1 hari saja.

Fakta di lapangan harga elpiji masih melambung tinggi. Bahkan sudah melebihi Rp 40 ribu rupiah.

"Kami sulit mas kalau seperti ini, masak kami yang sulit kayak ini mau beralih pakai kayu lagi. Ya terpaksa kami beli meski mahal Rp 40 ribu," kata Yanto pedagang kaki lima di A Yani Kilometer 7 kertakhayar.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved