News Analysis

Pilihan Iseng-iseng Berhadiah

Pertama adalah keunggulan program studi yang dipilih dari suatu PTN. Melihat perkembangan Perguruan Tinggi yang ada

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BERBICARA tentang SNMPTN, sebenarnya ada dua sisi yang bisa dianalisa.

Pertama adalah keunggulan program studi yang dipilih dari suatu PTN.
Melihat perkembangan Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, tidak semua program studi di PTN dianggap masyarakat sempurna.

Banyak PTS yang mempunyai reputasi dan fasilitas serta program unggulan yang tidak dimiliki oleh PTN, baik dari segi kerjasama dengan institusi dalam dan luar negeri, nilai-nilai agama dan budaya, serta keunggulan sarana dan prasarana.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pilihan siswa dan orangtuanya.

Baca: Dituding Menipu Rp 12 M, Lihat Cantiknya 4 Potret Angela Lee saat Cosplay Tokoh Game Mobile

Banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan kenapa mereka memilih jalur SNMPTN.

Bagi orangtua yang berpenghasilan menengah ke bawah, masuk ke PTN adalah pilihan pertama, atau bahkan satu-satunya agar anaknya bisa kuliah.

Mereka akan mempertimbangkan berapa biaya yang harus mereka keluarkan agar anaknya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Bagi siswa-siswi yang orangtuanya mempunyai status sosial ekonomi menengah ke atas mempunyai peluang lebih besar untuk diterima melalui jalur SNMPTN karena studi di sekolah favorit, banyak peluang untuk ikut lomba dan berprestasi, mengikuti bimbel pilihan dan upaya-upaya lainnya.

Baca: Lewat Kartu, Perempuan Banua Ini Bisa Meramal Jodoh dan Rezeki, Percaya atau Tidak!

Berdasar pengalaman dengan para mahasiswa, ada beberapa yang diterima untuk lanjut studi di PTN tapi tidak mereka ambil karena ternyata pilihan mereka tidak sesuai pilihan orangtua.

Dan, sebagai anak yang berbakti mereka mengikuti pilihan orangtua.

Fenomena lain adalah mereka lebih memilih kuliah di swasta yang sesuai pilihan mereka, daripada ke PTN dengan pilihan prodi yang kurang favorit.

Kelihatan bahwa mereka kurang serius dalam pemilihan program studi, karena mereka beranggapan bahwa itu adalah pilihan “iseng-iseng berhadiah”.

Kelihatannya mereka tidak serius mempertimbangkan bahwa ada anak lain yang bisa mengisi posisi yang mereka tinggalkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved