Misteri Saddam Hussein
Heboh Jenazah Saddam Hussein Masih Utuh, Ini Perubahan Irak Pasca Saddam Hussein Dilengserkan
Publik dunia dihebohkan dengan beredarnya video di channel Youtube, yang menampilkan jenazah mantan Presiden Irak Saddam Hussein
Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID - Publik dunia dihebohkan dengan beredarnya video di channel Youtube, yang menampilkan jenazah mantan Presiden Irak Saddam Hussein masih utuh.
Padahal, Saddam Hussein telah tewas digantung lebih 12 tahun lalu pada 30 Desember 2006, di Pangkalan Militer AS di Kazimain, Baghdad.
Sebelum melaksanakan hukuman gantung pada Saddam Hussein, Koalisi Amerika Serikat menggulingkan Saddam Hussein, 15 tahun setelah invasi mereka pada 9 April 2003 silam.
Baca: Saddam Hussein Jadi Musuh George W Bush dan Amerika, Tapi Malah Dipuji Donald Trump
Baca: Beredar Video Pengakuan Pembunuh Terapis Salon Cantik di Banjarbaru, Terakhir Kena Dada
Baca: Pilot Perempuan Ini Berhasil Mendaratkan Pesawat yang Mesinnya Sudah Meledak di Udara
Baca: Digantung pada 2006, Misteri Saddam Hussein Masih Terus Hidup, Beredar Video Jasadnya Masih Utuh
Setelah jatuhnya rezim Saddam Hussein, kehidupan di Iraq pun berubah. Dilansir dari tribune.com.pk, berikut perubahan Irak setelah berakhirnya rezim Saddam Hussein :
1. Ekonomi
Jatuhnya rezim Saddam secara efektif mengakhiri embargo 12 tahun yang dikenakan oleh PBB di Irak setelah invasi Kuwait pada tahun 1990.
Sekitar 34 juta orang Irak kembali ke arena perdagangan internasional, meskipun menurut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), hampir delapan juta penduduk masih hidup dengan kurang dari $ 2,2 (sekitar 30 ribu rupiah) per hari.
Dengan cadangan minyak sebesar 153 miliar barel, Irak adalah produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak.
Dan dengan satu barel minyak sekarang senilai tiga kali lipat harganya pada tahun 2003, GDP Irak telah meningkat dari $ 29 milyar pada tahun 2001 menjadi $ 171 milyar pada tahun 2016.
Tetapi negara telah gagal melakukan diversifikasi ekonomi, dan pemerintah masih menarik 99 persen dari pendapatannya dari sektor minyak.
Sejak 2003, sektor minyak telah menghasilkan lebih dari $ 800 miliar dalam pendapatan, tetapi korupsi telah merugikan negara itu sebesar $ 312 miliar, menurut Pusat Inya untuk Pembangunan Ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/saddam-hussein_20180418_215748.jpg)