Kisah Pemuda Desa Perakit Alat SPBU Mini
Sebelum Bawa Pulang, Pembeli SPBU Mini Harus Ditraining Satu Jam, Ini Sebabnya
Yang perlu dilatih itu cara menekan tombol liter atau tombol rupiah di pom mini tersebut.
Penulis: | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Menurut Muhammad Aini, SPBU mini atau pom mini yang telah dijualnya, tidak diserahkan bengitu saja, tetapi pemiliknya harus dilatih cara menggunakannya, terutama pom mini digital.
Melatihnya tidak lama, paling satu jam selesai, jelas M Aini. Yang perlu dilatih itu cara menekan tombol liter atau tombol rupiah di pom mini tersebut.
Kalau tidak dilatih, nanti bisa keliru dan yang bersangkutan bisa rugi jualan bensin. "Saya setiap menjual pom mini itu, setelah benar-benar paham cara menggunakannya, baru saya balik ke rumah," jelas Aini.
Baca: Karma ANTV Disebut Settingan, Partisipan Bocorkan Rahasia Dibalik Panggung Karma
Baca: Digelari Otak Jepang, M Aini Sanggup Perbaiki Mesin SPBU Mini dan Berbagi Jenis Motor
Baca: Bukan Anies Baswedan, Prabowo Dikabarkan Bakal Didampingi Gubernur Ini di Pilpres 2019
Pembeli pom mini manual juga harus dilatih cara menggunakannya, sebab kalau tidak dilatih, orang beli satu liter, ternyata bensinnya keluar dua liter, jelas M Aini yang juga aktivis karang taruna Desa Hiyung.
Menurut M Aini, dirinya dapat ilmu membuat pom mini itu karena pernah ikut bekerja membuat pom mini di Amuntai. Karena ilmunya sudah dapat, lalu mandiri, sejak 2011. (BANJARMASINPOST.CO.ID/him)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/muhammad-aini-spbu-mini-atau-pom-mini_20180427_115148.jpg)