Berita Kabupaten Banjar
Maria Keluhkan Rendahnya Harga Karet Lum
Karet olahan Warga RT 1 Desa Kiram Kecamatan Karang Intan itu biasa disebut Lum babi.
Penulis: Hari Widodo | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Mariah (52) mengumpulkan karet hasil sadapannya ke dalam sebuah ember.
Dia pun mencampurkan cairan cuka getah serta tawas ke dalam ember tersebut.
Beberapa menit kemudian, cairan getah itu pun mulai membeku.
Karet olahan Warga RT 1 Desa Kiram Kecamatan Karang Intan itu biasa disebut Lum babi.
Mariah mengeluhkan Hingga kini, harga karet lum babi sangat murah hanya Rp4000 per kilogram.
Baca: Wah Manajer Pastikan Pernikahan Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata, Ini Bocorannya
Sedangkan lum mangkok harganya Rp6000 perkilogram.
"Tiga hari itu biasa saya dapatkan uang hasil penjualan karet sebesar Rp250 ribu. Tapi, hasil itu harus dibagi dua dengan pemilik lahan lagi,"katanya.
Dia pun mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik.
Baca: Kisah Lama Mantan Adipati Dolken Kembali Dibahas, Usai Diduga Singgung Fans Dilan 1990
Baca: Mayday 2018 : Bikin Geram! Ifan Seventeen Ungkap Nasib Buruh Makan Belatung Hingga Kecoa
Kalau pun membaik, hanya seminggu saja sudah turun lagi.
Padahal, jika saja harga karet bisa Rp6000 saja perkilogram sudah cukup membantu ekonomi keluarganya.
"Mau gimana lagi. Mau tidak mau tetap disadap, kita nggak dapat uang kalau tidak nyadap. Ya, terpaksa tetap disadap dan dijual ke pengumpul," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/harga-karet_20180501_125957.jpg)