Kisah Datu Nuraya
Makam Datu Nuraya Mempesona, Ini Sebabnya
Makam Datu Nuraya dekat dengan lintasan pertambangan batubara, bahkan dari dalam makan itu terdengar aktivitas angkutan tambang batubara itu.
Penulis: | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Makam Datu Nuraya dekat dengan lintasan pertambangan batubara, bahkan dari dalam makan itu terdengar aktivitas angkutan tambang batubara itu.
Kalau kita menuju makam itu melalui jalur Makam Datu Sanggul, maka kita akan melintasi jalan tambang batubara.
Makam itu lokasinya sangat bagus, karena berada di pegunungan, sehingga banyak orang menilai makam ini mempesona.
Baca: Kisah Datu Nuraya, Miliki Makam Sepanjang 60 Meter!
Baca: Saat Menemukan Dua Musafir Sedang Berpuasa dengan Kondisi Berbeda, Ini yang Dilakukan Nabi
Baca: Tak Ada Nama Ustadz Somad, Ini Alasan Kemenag Rilis Nama 200 Mubaligh
Jalan menuju lokasi itu aspal mulus, tetapi sempit, hanya sekitar 3 meter, sehingga bila berpapasan sesama mobil, maka ban mobil terpaksa ke luar dari jalan aspal.
Kepala Desa Tatakan, Muhammad Ilham, mengakui jalan menuju Makam Datu Nuraya agak sempit, sehingga kurang nyaman ketika berpapasan sesama mobil.
"Kami berharap Pemda Tapin melebarkan jalan tersebut, masing-masing satu meter, baik sebelah kiri maupun kanan," jelas Ilham.
Wisatawan yang berkunjung ke Makam Datu Nuraya, tidak hanya warga Kalsel, tetapi Kalteng, Kaltim bahkan dari Pulau Jawa, jelas Ilham. (BANJARMASINPOST.co.id/ibrahim ashabirin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/makam-datu-nuraya_20180519_140833.jpg)