Ramadhan Zaman Now
Urang Barabai Kalsel Merasakan Puasa 17 Jam di Hungaria
Ada pengalaman lain dialami Muhammad Masri selama kuliah S2 di Budapest, Hungaria. Dirinya merasakan
Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Murhan
BANJARMASIN POST.CO.ID - Ada pengalaman lain dialami Muhammad Masri selama kuliah S2 di Budapest, Hungaria. Dirinya merasakan bulan suci Ramadhan di negera yang minoritas beragama Islam dan cukup lama puasa.
"Saya sudah sekitar 9 bulan sudah dan kuliahnya di Universitas Eötvös Loránd. Rencananya balik ke Banjar, insya Allah Juli 2019. Jadi masih lumayan lawas lagi disini," kata Masri yang dihubungi di Budafes, Hungaria, Kamis (24/5/2018).
Lelaki kelahiran Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), 11 April 1989 ini menceritakan kalau di mesjid pas buka puasa bersama, terasa sekali persaudaraan islamnya.
Baca: Hasil Perempat Final Piala Thomas 2018 - Jonatan Christie Menang, Indonesia Ungguli Malaysia 2-1
"Kita beda-beda bangsa dan budaya, tapi makan sama-sama. Bahkan pernah makan bersama-sama dalam satu piring," jelas warga Barabai ini.
Lelaki yang tinggal di Barabai ini mencerita, ummat Islam yang tinggal di Budafes melaksanakan tarawih sama saja yaitu 11 rakaat. Mungkin semua mesjid di Budapest 11 rakaat.
Biasanya habis salat tarawih sekitar pukul 23.30-an dan tidak tidur lagi.
"Tanggung kalo guring, kalau salat subuhnya subuhnya jam 02.40-an. Puasanya di Budafes lumayan lama, sekitar 17 jam. Untungnya pas puasa tahun ini jatuh dimusim semi, jadi suhu udara masih dingin, sekitar 18-25° C," jelasnya. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/urang-barabai_20180524_233113.jpg)