Yayasan Adaro Bangun Negeri
Rangkul Bidan, Adaro laksanakan Program DARTA dan DARLAN
KESEHATAN ibu dan bayi merupakan indikator yang memegang peranan penting dalam menentukan tingkat umur harapan hidup (UHH) suatu daerah.
Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - KESEHATAN ibu dan bayi merupakan indikator yang memegang peranan penting dalam menentukan tingkat umur harapan hidup (UHH) suatu daerah.
UHH merupakan bagian dari indeks pembangunan manusia (IPM), dimana setiap daerah selalu berpacu meningkatkan IPM nya, karena akan sangat berpengaruh kepada status pembangunan manusia di daerah itu.
Suatu daerah dikatakan maju jika IPM nya tinggi. Saat ini IPM Indonesia sudah berstatus “tinggi” sejak tahun 2016, dan di tahun 2017 telah mencapai 70.81.
PT Adaro Indonesia telah bersinergi bersama dengan pemerintah daerah di wilayah
operasional melaksanakan program KIBBLA (istimewa/yabn)
Sedangkan untuk dimensi UHH yang merupakan bagian dari IPM yang merepresentasikan umur panjang dan hidup sehat di Indonesia telah mencapai 71.06 pada tahun 2017, artinya manusia yang hidup di Indonesia rata-rata mampu hidup mencapai usia 71 tahun. Sedangkan untuk UHH Kalimantan Selatan, telah mencapai 68,02 tahun.
Tentunya prestasi tersebut tidak muncul begitu saja. Perlu usaha yang sangat keras baik dari masyarakat dan pemerintah daerah dengan merangkul sektor terkait.
PT Adaro Indonesia telah bersinergi bersama dengan pemerintah daerah di wilayah
operasional melaksanakan program KIBBLA (istimewa/yabn)
Dalam hal ini, PT Adaro Indonesia telah bersinergi bersama dengan pemerintah daerah di wilayah operasional melaksanakan program KIBBLA tersebut, yaitu program Kelas Ibu DARLAN dan Kelas Ibu DARTA bermitra dengan tenaga kesehatan, salah satunya Bidan Desa.
Bidan, sebagai tenaga kesehatan yang bertugas di desa sangat berperan penting pada upaya kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu, bayi, balita dan anak (KIBBLA).
Kelas edukasi dilaksanakan 3 kali, dimana setiap kelas dihadiri maksimal 10 Ibu Hamil atau
Ibu Balita. (istimewa/yabn)
Bidan juga disebut sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, mengingat pengabdian bidan terletak di desa, tidak mengenal jam kerja, harus selalu ada di desa dan dituntut agar memberikan pertolongan kepada ibu dan bayi dengan sehat dan selamat.
Keterlibatan Bidan sangat penting, mengingat Bidan Desa sangat paham dengan karakter masyarakatnya, mampu menggerakkan masyarakat dan sebagai tenaga kesehatan Desa yang menjadi contoh di masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/program-kibbla_20180625_141815.jpg)