Pilkada Serentak 2018
PDIP Cuma Menang di 4 Provinsi, Tapi Hasto Bilang PDIP Kuasai 60 Persen Pilkada 2018
Di Pilgub Jawa Barat duet cagub TB Hasanuddin-Anton Charliyan hanya menempati posisi buncit
BANJARMASINPOST.CO.ID - Hasil hitung cepat atau Quick Count pilkada sudah selesai dihitung. Dari hasil tersebut ada lima kandidat yang diusung dan didukung oleh PDI Perjuangan yang kalah.
Di Pilgub Jawa Barat duet cagub TB Hasanuddin-Anton Charliyan hanya menempati posisi buncit di beberapa penghitungan lembaga survei. Begitu pula di Sumatera Utara, duet Djarot-Sihar Sitorus juga keok.
Bergeser ke Jawa Timur Gus Ipul-Puti juga kalah dari Khofifah-Emil Dardak versi hitung cepat. Begitu juga di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca: Hasil Quick Count Pilkada Jateng Final Versi Litbang Kompas, SMRC, LSI Tetap Ganjar-Taj Yasin
Baca: Hasil Final Quick Count Pilkada Jabar 5 Lembaga Survei: Ridwan Kamil-UU Pemenang
Baca: Head to Head & Prediksi Skor Jepang vs Polandia Grup H Piala Dunia 2018 Live TransTV
PDI Perjuangan hanya menang di pilgub Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bali serta Maluku. Menanggapi hal tersebut Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan hasil yang sudah diraih partainya tidak mengecewakan karena ada sejumlah daerah yang calon usungan PDI Perjuangan meraih kemenangan versi quick count.
Dia juga mencontohkan adanya calon usungan PDI Perjuangan yang meraih hasil cukup baik meski sedang menghadapi masalah hukum.
"Ini tidak mengecewakan ada yang kalah, ada yang menang. Di Jateng, Bali, Sulsel, calon yang diusung oleh PDI Perjuangan menang. Contohnya, apa yang terjadi di NTT, meskipun calon yang diusung oleh PDIP Marianus Sae dan Emi Nomleni kalau, berada di urutan 2. Namun hasil ini tidak buruk untuk partai, karena dengan kejadian OTT terhadap cagub Marianus, Emi yang adalah kader partai, harus fight sendiri didukung oleh kader struktur, tokoh. Hasilnya tidak buruk," ujar Andreas.
Baca: Barito Putera Boyong Beberapa Pemain Inti Jelang Lawan Kotabaru FC di Piala Indonesia 2018
Gerindra-PKS Keok
Hal serupa juga dialami partai Gerindra dan PKS. Di beberapa hitung cepat, jagoan-jagoan dua parpol tersebut banyak bertumbangan. Gerindra dan PKS mengusung calon gubernur-calon wakil gubernur yang sama di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hasilnya, tiga pasangan cagub usungan Gerindra-PKS sama sekali tak meraih kemenangan.
Untuk Jawa Barat, Gerindra dan PKS mengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Pasangan nomor urut tiga di Pilgub Jawa Barat 2018 itu menempati urutan kedua di bawah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
Di Jawa Timur, Gerindra dan PKS ikut mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Soekarnoputri. Pasangan itu kalah dari Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.
Beranjak ke Jawa Tengah, Gerindra-PKS merupakan dua partai pengusung Sudirman Said-Ida Fauziyah. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.
Calon-calon yang diusung dan didukung partai Gerindra hanya menang di Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku. Sementara PKS menang di pilgub Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTB dan Sulawesi Selatan.
Partai Gerindra rupanya tidak melihat hasil survei hitung cepat yang sudah muncul sebagai kekalahan. Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade tetap optimis bahwa Prabowo Subianto tetap jadi presiden meski banyak pilkada Gerindra keok.
"Ini menambah optimisme kami 2019 akan ganti presiden, di mana Prabowo akan jadi presiden," kata Andre.
Nasdem Menang Banyak
Yang menarik adalah partai NasDem. Parpol besutan Surya Paloh ini menang di hampir semua pilgub. Dari 17 pilgub yang dilaksanakan serentak, NasDem hanya gagal di 6 provinsi. Kemenangan jagoan partai Nasdem ini hanya bisa diimbangi oleh PAN, Partai Hanura, dan partai Golkar. Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi NasDem Willy Aditya menerangkan, kemenangan itu berdasarkan hasil quick count atas versi hitung cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sekjen-pdi-perjuangan-hasto-kristianto_20180628_133755.jpg)