Berita Kalteng
TPID Kalteng Gandeng Mini Market Pasarkan Daging Ayam Beku
Seringnya terjadi kenaikkan harga daging ayam potong di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian serius tim pengendalian
Penulis: Fathurahman | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Seringnya terjadi kenaikkan harga daging ayam potong di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian serius tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Kalteng.
Harga daging ayam potong yang meroket dari harga normal Rp30 ribu perkilogram saat jelang lebaran yang lalu tembus Rp60 ribu perkilogramnya membawa dampak bagi inflasi Kalteng.
Sebab itu, berbagai upaya dilakukan dalam rangka menstabilkan harga jual ayam potong di Palangkaraya yang salah satunya adalah dengan mendatangkan daging ayam potong beku agar stok daging ayam tetap tersedia.
Baca: Aplikasi Tik Tok Diblokir Kominfo, Cania Anak Tik Tok Buat Surat Terbuka, Terus Apa Hasilnya?
Baca: Aplikasi Tik Tok Diblokir Kominfo, Deddy Corbuzier Tak Masalah, Tapi Sindir Bowo Begini
Sekretaris TPID Kalteng, Setian yang juga adalah salah satu Deputi di Bank Indonesia Kalteng, Rabu (4/7/2018) mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mencari solusi agar masalah kenaikkan harga ayam potong bisa dicarikan solusinya.
"Selama ini harus kita akui, untuk masalah ayam potong ini kita sangat tergantung dari Banjarmasin Kalimantan Selatan, diperlukan cara lain mengurangi ketergantungan tersebut," ujarnya.
Baca: Jadwal Pendaftaran dan Biaya Ujian Jalur Mandiri di Berbagai Universitas Bagi yang Gagal SBMPTN 2018
Baca: Jadwal Pendaftaran CPNS 2018, Ini Bocoran Soal Seleksi CPNS 2018, Dijamin Bukan HOAX
Dikatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan minimarket atau pusat lerbelanjaan modern untuk mendatangkan daging ayam beku tersebut.
"Ini, agar stok daging ayam tetap bisa memenuhi kebutuhan konsumen," ujarnya.
www.banjarmasinpost.co.id/faturahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rapat-tpid-kalteng-membahas-inflasi-daerah_20180704_135601.jpg)