Berita Tanahlaut

Pedagang Jagung Rebus Ini Minta Rambu ke Polisi Tanahlaut

Warga dan para pedagang jagung rebus masih membicarakan peristiwa tabrakan yang dialami Intan (14) dan Nazwa yang ditabrak dumptruk.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Rendy Nicko
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Seorang pedagang jagung rebus sedang menyiapkan pesanan pengunjung di Jalan Nasional, Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Sabtu (21/7/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pascamusibah yang dialami Intan (14) dan Nazwa yang ditabrak dumptruk di Jalan Nasional, Desa Pandahan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, warga dan para pedagang jagung rebus masih membicarakan peristiwa tersebut. Itu karena sudah sangat lama, peristiwa kecelakaan lalul intas itu dengan peristiwa kecelakaan sebelumnya.

Ainun, warga Desa Pandahan, mengaku tidak berani duduk di dekat panci jagung rebus karena khawatir ditabrak supir dumptruk yang mabuk atau mengantuk.

Ia mengaku heran, perilaku pengemudi dumptruk yang memacu mobilnya untuk mendapatkan muatan atau angkutan material tanah uruk harus melenyapkan nyawa orang lain atau mencelakakan orang lain.

Baca: Live O Channel! Link Live Streaming Bali United vs Bhayangkara FC via Streaming O Channel-Vidio.com

"Saya ingin agar pemerintah memasang rambu jarak tempuh mobil saat melintas di kawasan pedagang jagung rebus," katanya.

Pantauan reporter Banjarmasinpost.co.id, lokasi kecelakaan yang dialami Intan dan Nazwa dekat dengan jembatan besi, posisi jalannya menikung sehingga marka jalan tidak terputus.

Hanya ada rambu belokan dan rambu bergambar masjid serta rambu penyeberangan terpasanc di sisi jalan nasional. Tidak ada rambu tanda seru atau rambu kawasan kuliner jagung rebus.

Baca: Dibuka Pendaftaran CPNS 2018, Lulusan SMA & D3 Serta S1, Terbanyak Dicari Guru dan Tenaga Kesehatan

Ali, penyuka jagung rebus asal Banjarmasin mengaku di wilayah itu kendaraan roda dua atau lebih yang melintas selalu berkecepatan tinggi.

"Harus memang perlahan karena mobil lainnya kadang parkir di bahu jalan nasional karena penumpangnya membeli jagung rebus," kaganha.

Sementara itu, Kepala Desa Pandahan, Alpian Taurus membenarkan sebelum peristiwa kecelakaan lalulintas di Jalan Nasional dekat jembatan besi.

Pihaknya berencana merelokasi kegiatan para pedagang jagung rebus karena setiap tahun baru atau lebaran selalu mengalami kemacetan karena mobil pengunjung parkir di bahu jalan nasional.

Baca: Kamar Lapas yang Disegel KPK Diduga Ditinggal Penghuninya, Febri Diansyah Pun Ungkap Fakta Ini

Cuma rencana relokasi para pedagang jagung rebus itu menunggu lampu hijau dari pengelola UMKM Kabupaten Tanahlaut yang akan memberikan gerobak jagung rebus.

"Sudah disiapkan lahan relokasi pedagang jagung rebus di dekat danau," katanya.

Baca: Motif Suap Karena Ingin Dapat Fasilitas di Dalam Penjara, Wakil Ketua KPK Angkat Bicara

Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahlaut, Ulil Amri mengaku sudah ada pendataan dari Balai Pengelola Perhubungan Darat Wilayah 15 Kalsel di Kota Banjarmasin.

"Wilayah Desa Pandahan itu memang minim fasilitas rambu keselamatan. Kita tunggu saja realisasinya karena sudah didata hingga ke Kabupaten Kotabaru," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved