Hari Kemerdekaan ke 73 Indonesia
Hari Kemerdekaan ke 73 Indonesia, ini Profil Pengibar Pertama Bendera Merah Putih 17 Agustus 1945
Tak terasa, enam hari lagi Indonesia akan memperingati 73 tahun kemerdekaannya dari penjajah Belanda.
Penulis: Yayu Fathilal | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak terasa, enam hari lagi Indonesia akan memperingati 73 tahun kemerdekaannya dari penjajah Belanda.
Di momen penting ini, biasanya akan ada upacara pengibaran bendera baik di Istana Negara atau di instansi-instansi pemerintahan.
Momen pengibaran bendera menjadi sesuatu yang penting dan sakral mengingat yang dikibarkan adalah bendera kebangsaan Indonesia, yakni Sang Saka Merah Putih.
Biasanya, para pengibarnya pun akan menjadi perhatian masyarakat karena dianggap memiliki andil penting dalam peristiwa ini.
Baca: Terbongkar Sifat Asli Lina Istri Sule, Sulit Memaafkan Bila Dikhianati, Bikin Sule Makin Marah
Saat peristiwa pengumuman kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 atau 73 tahun silam, siapa sebenarnya para pengibar pertama bendera Merah Putih?
Dikutip dari Kompas.com dalam berita diterbitkan pada 25 Agustus 2011, disebutkan di antaranya adalah seorang pria bercelana pendek bernama Suhud Sastro Kusumo.
Dia dan beberapa orang lainnya menjadi pengibar Sang Saka Merah Putih saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, 17 Agustus 1945.
Baca: Usai Jenderal Kardus, Ini Sindiran Wasekjen Demokrat Pada Pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno
Seorang pria bernama Ilyas Karim kemudian mengklaim lelaki itu adalah dirinya.
Sementara sejumlah catatan sejarah merujuk pada sosok Suhud, bukan Ilyas.
Dalam buku yang diterbitkan pusat sejarah ABRI disebutkan, lelaki bercelana pendek itu adalah Suhud Marto Kusumo.
Irawan Suhud yang merupakan putra kelima Suhud, meralat nama lengkap ayahnya.
"Yang benar Suhud Sastro Kusumo," kata dia seperti dilansir Tribunnews oleh Kompas.com, Kamis (24/8/2011).
Irawan menyampaikan, keluarga besarnya tersinggung karena sang ayah diklaim oleh Ilyas Karim, lelaki sepuh yang kini mendapatkan apartemen di Kalibata lantaran mengaku sebagai pengerek pertama bendera.
Baca: Penasaran Pacar Nissa Sabyan? Ini Jawabannya Ketika Ditanya Perihal Pacar
Irawan menyatakan, ia siap membuka fakta-fakta sejarah untuk membuktikan kalau ayahnya adalah pria bercelana pendek pada peristiwa bersejarah itu.
Dalam foto yang diabadikan pada 17 Agustus 1945 lalu, terlihat ada empat orang di sekitar bendera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/suhud_20180811_122935.jpg)