Berita Regional

Densus 88 Tembak Mati 2 Orang yang Serang Polisi Polda Jabar, Sembunyi di Kandang Ayam

Dua orang yang melakukan penembakan terhadap petugas PJR Polda Jabar di Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, Jawa Barat, akhirnya ditembak mati

Editor: Rendy Nicko
Kompas.com
ilustrasi/ Anggota Densus 88 sedang mendekati sebuah rumah yang dihuni terduga teroris di Setu, Tangerang Selatan, Rabu (21/12/2016).(Kompas TV) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dua orang yang melakukan penembakan terhadap petugas PJR Polda Jabar di Tol Kanci-Pejagan, Cirebon, Jawa Barat, akhirnya ditembak mati oleh Densus 88.

Dua orang yang ditembak mati itu atas nama Rajendra Sulistiyanto dan Ica Ardeboran.

Keduanya terpaksa ditembak mati lantaran melawan petugas saat disergap di dekat kandang ayam RT 03 RW 13, Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (3/9/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.

Baca: Jadwal Lengkap & Siaran Langsung RCTI Liga Champion 2018/2019, Reuni Cristiano Ronaldo dan Mourinho

Sementara dua lainnya diamankan dalam konndisi hidup dan kini dibawa untuk pengembangan.

Lokasi penyergapan dua pelaku yang juga merupakan teroris jaringan JAD itu diketahui berada di lahan pertanian bawang merah.

Beberapa petani bawang merah pun melihat sekumpulan orang yang sedang berada di sekitar kandang ayam untuk menyisir.

"Ya, tadi saya lihat. Ada beberapa juga bawa senjata. Sedang menyisir ke arah selatan dari kandang ayam itu," kata Sirun (45), Petani Bawang Kalisalak, Margasari.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Inkonsistensi Valentino Rossi

Selain Sirun, petani bawang merah lainnya pun ikut melihat hal serupa.

Dia adalah Eko (40), seorang petani bawang merah yang berjarak sekitar 500 meter ke arah selatan dari kandang ayam itu.

Saat sedang bertani, Eko melihat sekitar 20 lebih personel sedang menyisir dan memeriksa gubuk putih yang diketahui merupakan tempat tinggal para pelaku saat buron.

"Iya, tadi saya lihat banyak orang bersenjata sekitar 20 orang lebih. Cuman saya ga tau kalo itu sedang mengejar para teroris," ungkap Eko sembari menunjuk gubuk putih tersebut.

Baca: Presiden Joko Widodo Tegur Raden yang Kampanye Pilpres 2019 di Depan Korban Gempa Lombok

Lewat pantauan Tribunjateng.com di lokasi, jarak antara kandang ayam ke gubuk putih itu berkisar sejauh 1 km lebih.

Untuk dapat mencapai gubuk berukuran 4x2 meter itu, kendaraan roda dua hanya bisa melintas lewat pinggir rel.

"Ya bisa juga jalan kaki cuman jauh sekali. Biasanya warga sini pakai motor. Kalau tadi saya lihat, para anggota bersenjata itu jalannya menyisir," tambah Eko.

Dalam hal ini, Eko mengaku sama sekali tidak mendengar suara baku tembak di sekitarnya.

Baca: Kubu Prabowo-Sandiaga Hindari Debat Terbuka Soal Ini dengan Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

Dia hanya melihat puluhan anggota bersenjata menyisir ke arah selatan hingga tiba ke gubuk putih tersebut.

"Ya cuman lihat saja. Kalo suara baku tembak tidak ada," sambungnya singkat.

Dari informasi yang dihimpun, dua pelaku itu diketahui disergap saat sedang berada di Kandang Ayam.

Lokasi kandang ayam tempat Densus 88 menggerebek dua terduga teroris yang telah menembak polisi di Tol Pejagan beberapa waktu lalu, keduanya tewas ditembak aparat
Lokasi kandang ayam tempat Densus 88 menggerebek dua terduga teroris yang telah menembak polisi di Tol Pejagan beberapa waktu lalu, keduanya tewas ditembak aparat (tribun jateng/akhtur gumilang)

Namun, dua pelaku itu diketahui biasa tinggal untuk bersembunyi di gubuk putih .

Perlu diketahui, penangkapan ini sebelumnya sudah diliris oleh Mabes Polri beberapa jam yang lalu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dua Penembak Polisi di Tol Pejagan Itu Ditembak Mati di Kandang Ayam

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved