Berita Banjarbaru

Pondok Pesantren Bakal Dimonitor Terapkan Germas, 10 Ponpes Ikut Penandatanganan

Ada 10 pondok pesantren dan puluhan majelis taklim yang ikut menandatangani komitmen bersama.

Pondok Pesantren Bakal Dimonitor Terapkan Germas, 10 Ponpes Ikut Penandatanganan
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Muslimat NU melakukan penandatanganan komitmen bersamaoptimalisasi Germas dan penurunan stunting dengan pondok pesantren dan majelis taklim di Kalsel di Grand Q Dafam Hotel Banjarbaru, Selasa (2/10/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Muslimat NU melakukan penandatanganan komitmen bersamaoptimalisasi Germas dan penurunan stunting dengan pondok pesantren dan majelis taklim di Kalsel di Grand Q Dafam Hotel Banjarbaru, Selasa (02/10/2019). Ada 10 pondok pesantren dan puluhan majelis taklim yang ikut menandatangani komitmen bersama.

Pelaksanaan Germas jelas ketua pelaksana orientasi optimalisasi Germas dan penurunan stunting PPMNU yang juga ketua tujuh PPMNU, Hj Erna Yulia Soefihara mengatakan sudah ada beberapa pondok pesantren yang melaksanakan Germas di pondok pesantren namun masih ada banyak pondok pesantren yang belum melaksanakan.

"Tahun kemarin kami sudah melaksanakan Germas tiga aspek yaitu melakukan aktifitas fisik, konsumsi buah dan sayur dan pemeriksaan kesehatan berkala, dan tahun ini dilanjutkan dengan tujuh aspek Germas lainnya," kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Heboh Video Mesum UIN SGD Bandung Viral, Perekam Video Masih Misterius, Diduga Seorang Perempuan

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) RCTI Liga Champion Malam ini, Juventus vs Young Boys, MU vs Valencia

Baca: LIVE RCTI! Jadwal Liga Champions Juventus vs Young Boys Disiarkan Langsung K-Vision, Ronaldo Absen

Dengan adanya penandatanganan jelasnya diharapkan pondok pesantren komitmen untuk mengimplementasikan kegiatan Germas yang sudah dicanangkan.

Tak sekadar penandatanganan komitmen, sebutnya Muslimat NU akan terus memonitor pengimplementasian Germas dengan pemantauan yang dilakukan oleh pimpinan wilayah dan pimpinan cabang Muslimat NU di daerah.

"Yang sudah melaksanakan kami selalu minta laporannya untuk monitoring, dan juga diharapkan menyebarluaskan Germas ke masyarakat melalui santri, relasi pondok pesantren dan masyarakat," jelasnya.

Sementara pengarah program Germas dari Kemenkes RI, Ismoyowati mengatakan penandatanganan komitmen bersama tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan komitmen yang dilakukan PMNU yaitu Hj Khofifah Indar parawansa dengan Mentri Kesehatan.

Namun tahun ini ditambah dengan penurunan stunting sesuai dengan program dari Kementerian Kesehatan RI untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

Baca: Ini Sanksi Komdis PSSI untuk Pengeroyok Anggota The Jakmania Hingga Tewas Jelang Persib vs Persija

Baca: 11 Laga Sisa Persib Bandung di Liga 1 Usai Sanksi Tewasnya Anggota The Jakmania, Persib vs Persija

"Pondok pesantren ini sangat potensial karena PMNU memiliki mitra kurang lebih 56 ribu ustazah dan 30 juta anggota yang sebagian besar pimpinan majelis taklim dan memiliki pondok pesantren, seperti paparan dari Bu Erna tadi," jelasnya.

Sementara perwakilan pondok pesantren Darul Ilmi Banjarbaru,Syahrudin mengatakan kebersihan sudah selalu diterapkan di Ponpes Darul Ilmi. Namun dengan adanya program Germas dari Muslimat NU pihaknya akan semakin meningkatkan Germas di pondok pesantren. (Banjarmasinpost.co.id/milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved