Ekonomi dan Bisnis
BI : Cadangan Devisa Indonesia Masih Tinggi, Meski Lebih Redah di Bandingkan Ini
Dari data Bank Indonesia, walaupun lebih rendah dibanding Bulan Agustus lalu, posisi cadangan devisa Indonesia cukup tinggi
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Didukung berbagai kebijakan seperti pengetatan impor dan aturan penempatan dana hasil ekspor bagi para pengusaha ekspor bantu Indonesia pertahankan cadangan devisa.
Dari data Bank Indonesia, walaupun lebih rendah dibanding Bulan Agustus lalu, posisi cadangan devisa Indonesia cukup tinggi sebesar USD 114,8 miliar pada akhir September 2018.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Baca: Nissa Sabyan Tak Muncul di Panggung Porda Jabar, Penonton Rusuh dan Lempar Botol ke Panggung
Dijelaskan Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan dalam siaran persnya, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Baca: Sesuai Namanya Ragi 41, Ternyata Jamu Ini Mengandung 41 Tanaman Herbal
Penurunan cadangan devisa pada September 2018 terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," kata Junanto. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/petugas-di-salah-satu-money-changer-di-banjarmsin_20181008_095033.jpg)