Berita Kabupaten Banjar

Begini Ciri-ciri Babi yang Diduga Babi Ngepet, Kapolsek: Sebesar Anak Kambing Kurus

"Iya babi biasa, tapi tidak ada hutan di sekitar desa ini. Mungkin bisa saja yang lepas, yang jelas babi biasa"

Begini Ciri-ciri Babi yang Diduga Babi Ngepet, Kapolsek: Sebesar Anak Kambing Kurus
Istimewa
Semalaman warga Desa Podok di Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar menyandera babi hutan yang diduga babi ngepet. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hingga berita ini dibuat , Sabtu (20/10) siang Babi yang ditangkap masih diamankan warga Desa Podok di Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar.

"Iya babi biasa, tapi tidak ada hutan di sekitar desa ini. Mungkin bisa saja yang lepas, yang jelas babi biasa bukan babi ngepet . Tubuhnya tak sampai sebesar kambing dewasa, paling sebesar anak kambing. Babinya kurus ," ucap Kapolsek Aluh Aluh Iptu H M Rojin melalui Bhabinkamtibmas setempat Brigadir Janu kepada reporter banjarmasinpost.co.id.

Baca: LINK Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 sscn.bkn.go.id, Ada 2,3 Juta Pelamar Lolos!

Baca: Terkait Babi Ngepet, Setelah Babi Diikat Warga Buru-buru Cari Orang Pintar

Kehadiran babi yang kemudian ramai-ramai ditangkap warga ini memang momennya bertepatan disaat banyak warga yang mengeluh kehilangan sejumlah uang.

Berlokasi di kediaman ketua RT 3 Desa Podok Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, babi saat ditangkap masih dalam keadaan hidup.

Baca: Terkait Babi Ngepet, Sebelumnya Ada 10 Warga Aluhaluh Mengaku Kehilangan Uang

Baca: Jadwal Siaran Langsung RCTI & Beinsport Liga Inggris Pekan 9 Sabtu 20 Oktober, Chelsea vs Man United

Nasrullah, Sekretaris Desa Podok Kecamatan Aluhaluh Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan mengatakan itu warga masih penasaran babi diduga jadi-jadian.

Apalagi mereka yang sebulan terakhir mengaku resah lantaran kerap mendapati kehilangan sejumlah uang, meyakini kejadian tersebut disebabkan oleh seekor babi.

"Cuman dari laporan masyarakat, ada sekitar 10 warga yang mengeluhkan kehilangan uang. Jumlahnya relatif, ada Rp 200 ribu, Rp 300 ribu. Kejadian tersebut berlangsung sekitar sebulan terakhir," kata Nasrullah. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved