Yayasan Adaro Bangun Negeri
Siswa-siswi Peserta OPSA Jalan-Jalan Ke Peternakan Sapi dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap
Satu di antara banyak aktivitas dalam perlombaan Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) yang diselenggarakan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri
Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Satu di antara banyak aktivitas dalam perlombaan Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) yang diselenggarakan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) tahun 2018 seperti presentasi booth, merangkai model kerja penelitian, hingga presentasi di hadapan juri adalah fieldtrip ke beberapa perusahaan lain untuk mengetahui secara langsung bagaimana unit bisnis lain milik Adaro selain batubara beroperasi.
120 siswa-siswi tingkat SD dan SMP berduyun-duyun menaiki bus yang akan mengantarkan mereka untuk mengunjungi perusahaan pembangkit listrik tenaga uap dan perusahaan pengembangbiakan sapi pedaging dan pupuk organik.
Diperjalanan rombongan kemudian dipisah menjadi dua kelompok, 60 siswa SD dibawa ke peternakan sapi milik PT. Agri Multi Lestari (AML) sedangkan 60 siswa SMP diajak menuju tempat produksi energy listrik milik PT. Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) pada sabtu (27/10/2018).
Siswa-siswi Peserta OPSA Jalan-Jalan Ke Peternakan Sapi dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(yabn)
Agung Nugroho, Supervisor Bidang Pendidikan dan Kesehatan YABN dalam kunjungannya menjelaskan, fieldtrip kali ini menjadi edukasi tambahan yang mereka berikan dalam pelaksanaan OPSA tahun ini.
"Selain sebagai sarana edukasi mengenal dunia industry siswa dapat melihat secara langsung metode pengelolaan ternak hingga cara kerja pembangkit listrik tenaga uap,"ungkapnya.
Setiba di PT AML, siswa SD langsung mendapat materi ruang tentang bagaimana sistem pengelolaan ternak serta penjelasan luasan lahan yang dikelola oleh pihak perusahaan.
Siswa-siswi Peserta OPSA Jalan-Jalan Ke Peternakan Sapi dan Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (yabn)
Oleh instruktur peserta dijelaskan sapi yang dikembangbiakan ditempatnya menggunakan metode inseminasi, dimana proses pembuahan dilakukan dengan cara menyuntikan sperma sapi jantan ke rahim betina yang telah matang sehingga kemungkinan berhasil proses pembuahan lebih besar.
Dengan luas lahan area 52 hektar, peserta kemudian diajak mengunjungi kandang sapi tempat pemberian pakan setiap harinya. Selanjutnya peserta dibawa ke area rumah produksi pupuk organik cair (POC) hasil dari olahan urin sapi. Di lahan perkebunan, peserta juga diajak untuk menanam bibit cabai dan tomat sebagai lahan pemanfaatan pupuk cair yang diproduksi.
Siswa-siswi Peserta OPSA Jalan-Jalan Ke Peternakan Sapi dan Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (yabn)
Gayatrie, siswa dari MI Assanabil Banjarmasin mengaku sangat gembira dapat mengunjungi peternakan sapi yang dia datangi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/siswa-siswi-peserta-opsa_20181031_164101.jpg)