Berita Banjarmasin

Trik Unik Penjual Mangga di Banjarmasin Perlakukan Pembeli, Pelanggannya Capai Ratusan Lho

Coba dulu baru beli, sistem itulah yang diterapkan oleh Yusran terhadap ratusan pelanggannya.

Trik Unik Penjual Mangga di Banjarmasin Perlakukan Pembeli, Pelanggannya Capai Ratusan Lho
banjarmasin post group/ isti rohayanti
Hamparan mangga di Jalan Pelabuhan Lama. Pengusaha mangga musiman, Yusran melayani pembeli 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Coba dulu baru beli, sistem itulah yang diterapkan oleh Yusran terhadap ratusan pelanggannya. Yusran merupakan warga Banjarmasin yang setiap tahunnya berjualan mangga di trotoar Jalan Pelabuhan Lama, Banjarmasin.

Lelaki itu bersama sejumlah pekerjanya tak henti melayani pembeli yang berdatangan. Tak jarang, para pembeli merupakan orang-orang yang datang dari luar daerah. Bahkan mangga yang dibeli pun bukan lagi perkilogram, melainkan perkeranjang.

Ada khas tersendiri dari mangga yang dijual oleh Yusran. Ia selalu menawarkan mangga yang paling manis kepada pembeli, yakni mangga manalagi susu.

"Saya merekomendasikan yang paling manis kepada pembeli, karena biar mereka mencoba dan puas dengan harganya," terang Yusran,  Kamis (1/11/2018).

Baca: Jadwal Lengkap Barito Putera U-19 di Babak 8 Besar Liga 1 U-19 2018, Persipura & Sriwijaya FC

Baca: Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung Vs Bhayangkara FC Liga 1 2018, Maung Bandung Pincang

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2018 Persebaya Vs Persija, Kabar Duka Datang Dari Bek Persebaya

Baca: Pengumuman Jadwal dan Lokasi SKD Pendaftaran Kementerian Agama (Kemenag) CPNS 2018, sscn.bkn.go.id

Harga perkilo dijual tergantung jenis mangga, mukai Rp 10.000 hingga 16.000 untuk mangga manalagi susu. 

Mangga yang dijual oleh Yusran merupakan mangga pesanan dari Madura dan Pulau Jawa.  Ia mengatakan setiap hari selalu memesan mangga, karena untuk penjualan seharinya bisa saja menghabiskan hingga 75 keranjang.

Sebagaimana diterangkan Yusran ia menjual mangga hanya musiman saja. Terkadang ujar Yusran lamanya berjualan bisa enam bulan, atau paling sedikit hanya tiga bulan, tergantung ketersediaan buah.

(banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved