Pasar Tungging Kota Banjarmasin

Widi Mengais Rezeki dari Pasar Tungging, Untung Rugi Tergantung Cuaca

Meski keberadaannya kerap menggangu para pengguna jalan, kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah cukup besar, yakni Rp 300 juta per tahun.

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada belasan lokasi pasar tungging di Kota Banjarmasin.

Meski keberadaannya kerap menggangu para pengguna jalan, kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah cukup besar, yakni Rp 300 juta per tahun.

Sabtu (3/11), jam dinding menunjukkan pukul 17.45 Wita.

Karena sudah kesorean, Widi bergegas menggeber sepeda motornya, yang di belakangnya ada sebuah gerobak berisi bermacam barang dagangan, menuju bawah jembatan Basirih, Banjarmasin.

Widi, warga Kelayan, sehari-harinya mencari rezeki dari pasar tungging yang satu ke pasar tungging lainnya.

Di Kota Banjarmasin, ada belasan pasar tungging yang beroperasi dari pukul 17.00 Wita hingga 21.00 Wita.

Baca: Cerita Soimah Yang Bisa Lihat Makhluk Halus, Kaget Lihat Penampakan Dirinya Pakai Baju Cina

Baca: Sikap Kubu Prabowo-Sandiaga Uno Tanggapi Laporan Hukum Warga Boyolali Jelang Pilpres 2019

Baca: Sepekan Pasca Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610, Basarnas Berhasil Angkat 138 Kantong Jenazah

Baca: LIPI Ungkap Beberapa Daerah yang Terancam Likuifaksi, Ini Daftar Lengkapnya

Widi bebas memilih di pasar tungging mana dia akan berjualan.
Seperti Sabtu (4/11), Widi memilih berjualan pasar tungging di Bawah Jembatan Basirih.

“Saya berjualan di tujuh lokasi pasar tungging. Malam minggu saya di Basirih, besok malam saya di Mantuil Antasan Bondan, dan yang paling besar itu ada lagi Pasar Tungging Lokasi II, biasanya malam Jumat," ujar Widi.

Widi mengaku dia baru setahun berjualan di pasar tungging.

“Alhamdulillah, hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur dan biaya anaknya sekolah," ujar pria berusia 28 tahun tersebut.

Ayah satu anak itu mengatakan untung rugi berjualan keliling ini sangat tergantung dengan cuaca.

Ketika hujan, tak satu pun barang-barang yang dibawanya terjual.

“Kalau hujan, bawaannya pasti galau, karena sepi pembeli,” ujarnya.

Masa ‘panennya’ pedagang pasar tungging, kata Widi, pada bulan puasa dan jelang lebaran.

“Saya pernah, seharinya bisa Rp 3 juta, Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Tapi kalau hari normal, paling Rp 75 ribu bersihnya," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved