Kriminalitas Regional

Videonya Menjadi Viral, Ini Penuturan Guru yang Ditendang dan Dibully Siswanya

Banyak pihak yang menyayangkan tindakan para siswa yang tanpa segan melakukan gerakan-gerakan tidak sopan terhadap guru mereka.

Tayang:
Penulis: Noor Masrida | Editor: Didik Triomarsidi
capture video
Joko dikeroyok murid SMK NU 3 Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah di depan kelas. 

“Saya berharap dengan sangat dan meminta kepada seluruh murid bahwa kejadian atau guyonan tersebut tidak terulang kembali. Saya juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah menonton video tersebut. Yang jelas tidak benar ada kekerasan dan pemukulan,” pungkasnya.

*Klarifikasi Kepala Sekolah Terhadap Video Viral Tersebut

Diberitakan Banjarmasinpost.co.id sebelumnya, saat dikonfirmasi oleh wartawan, Kepala SMK NU 3 Kaliwungu, Muhaidin membenarkan bahwa kejadian itu berlangsung di sekolah mereka.

Ia menuturkan bahwa siswa yang melakukan tindakan tersebut yakni siswa kelas X jurusan teknik kendaraan ringan (tkr) dan identitas guru yang dalam video itu yakni Joko Susilo (54).

Baca: Inilah 8 Artis Terkaya di Indonesia, Nomor 7 Pernah Cium David Beckham

"Kejadiannya hari Kamis (8/11/2018) Saat itu tengah pelajaran terakhir yaitu pelajaran gambar kosntruksi mesin. Sang guru tengah menyakan salah satu siswa karena tidak membawa alat peraga, siswa lainnya pun jadi gaduh karena temannya tidak membawa. Di saat itu juga ada siswa yang bercanda melempar kertas ke pak joko," jelasnya, Minggu (11/11/2018).

Setelah itu para siswa yang menggoda sang guru dengan melakukan mendorong sang guru, untuk mendapatkan reaksi dari sang guru.

Ia menambahkan bahwa Joko juga dikenal sebagai guru yang sering bercanda sehingga para siswa melakukan hal yang ada di video.
"Itu hanya bercanda karena waktunya sudah mau pulang, kami juga sudah memanggil guru dan para siswa untuk dimintai keterangan karena video itu viral sejak hari jumat dan ternyata itu bercanda," jelasnya

Beberarapa saat setelah kejadian itu berlangsung, dirinya juga melihat kondisi kelas tersebut karena dari kejauhan memang terdengar ramai.

Setelah dicek ternyata kondisi kelas memang ramai karena candaan.

"Saat itu bertepatan dengan saya monitoring tiap kelas, dan memang tidak ada namanya pemukulan dan penendangan trhdap guru, dan siswa pun setelah itu melanjutkan pelajaran juga," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Kendal, Ibnu Darmawan menyayangkan aksi kurang ajar terhadap guru itu terjadi.

Ia mengatakan bahwa tidak sepantasnya siswa melakukan hal itu kepada guru mereka.

"Saya sudah konfirmasi ke pihak sekolah, yang dilakukan oleh para siswa itu hanyalah bercanda. Gaya mengajar guru itu juga diselingi bercanda sehingga para siswa menganggap sang guru adalah teman sendiri.

Pihaknya mendesak agar pihak sekolah untuk melakukan pembinaan terhadap para guru dan siswanya hal itu bertujuan agar timbul situasi belajar yang benar dan penuh kasih sayang agar tidak terulang kejadian yang serupa.

"Jadi guru wajib dihormati oleh siswa dan guru juga menghormati siswa. karena dalam video tersebut sikap siswa sudah sangat berlebihan tidak ada rasa hormatnya kepada guru. jadi dua duanya kami minta untuk dibina, dan orang tua siswa dalam video itu juga dilibatkan dalam kasus ini," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved